Faktor K3 Tidak Diperhatikan Pemilik dan Pekerja TI

Written By wartini cantika on Jumat, 20 Maret 2015 | 11.37

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Deddy Wijaya merasa prihatin, dengan kasus kecelakaan aktifitas tambang inkonvensional (TI) dalam dua hari lalu hingga menelan empat korban jiwa.

Laka di TI yang terjadi dalam dua hari itu, yakni di TI Air Sirih Dusun Tambang 25 Desa Cupat Kecamatan Parittiga, mengakibatkan satu pekerja juga pemilik TI Nursalim (36) warga Kampung Jawa desa setempat, Rabu (18/3/2015), kemudian di TI Sungai Buluh hulu Desa Sungai Buluh Kecamatan Jebus terjadi Kamis (19/3/2015), menelan tiga korban jiwa yakni Asnawi (45)warga Desa Air Gantang, Sukir (37) asal Lampung tinggal di Dusun Jampan Desa Kelabat Kecamatan Parittiga dan Mis (23) asal Jawa Barat yang tinggal di Dusun Tambang 6 Desa Mislak Kecamatan Jebus.

Menurut Deddy, dalam waktu dua hari ada empat orang meninggal dunia, akibat tertimbun longsoran tanah di TI.

"Kita sangat prihatin sekali dengan kejadian itu. Sampai terjadi hal seperti itu, karena pemilik tambang tidak melengkapi faktor K3 (kesehatan keselamatan kerja) untuk pekerjanya, ini yang seharusnya diperhatikan. Pemilik maupun pekerja TI, jangan sampai hanya mencari hasil timah yang banyak, tapi tidak memperhatikan K3, sehingga nyawa jadi taruhannya," kata Deddy kepada bangkapos.com, Jumat (20/3/2015).


Anda sedang membaca artikel tentang

Faktor K3 Tidak Diperhatikan Pemilik dan Pekerja TI

Dengan url

http://bangkabarita.blogspot.com/2015/03/faktor-k3-tidak-diperhatikan-pemilik.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Faktor K3 Tidak Diperhatikan Pemilik dan Pekerja TI

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Faktor K3 Tidak Diperhatikan Pemilik dan Pekerja TI

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger