PT Timah Tbk Temukan Stok Melimpah

Written By Unknown on Kamis, 29 Januari 2015 | 11.37

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Tahun 2014 memberi pengalaman tersendiri bagi PT Timah Tbk. Perusahaan pelat merah yang bernaung di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara ini sempat mencoba mengendalikan laju ekspor menjelang penghujung tahun lalu dengan harapan harga timah di pasaran internasional bisa terdongkrak. Kenyataannya, harga bergeming lantaran stok timah cukup banyak membanjiri pasar.

Direktur Utama PT Timah Tbk, Sukrisno menilai bisnis timah tahun 2014 tidak begitu baik. Tekanan harga timah dunia yang merosot menjadi permasalahan. Selain pengaruh sejumlah faktor eksternal, banyaknya persediaan timah di pasar membuat membuat perkiraan harga timah tak sesuai harapan.

"Harapan kami USD 26 ribu per metrik ton, tetapi apa yang terjadi. Harga terus turun ke USD 19.000, ini karena ekonomi dunia yang melemah, harga minyak turun, dan stok timah yang cukup banyak," papar Sukrisno di Griya Timah, Rabu (28/1).

Ia menuturkan, PT Timah Tbk sempat menahan penjualan timah produksinya pada bulan Oktober 2014. Belajar dari berbagai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, upaya semacam ini biasanya dapat berpengaruh pada ketersediaan timah di pasar yang kemudian mendorong pergerakan kenaikan komoditas tambang ini.

Akan tetapi, keputusan itu ternyata tak memberi dampak sesuai harapan. Sukrisno mengamati stok timah dunia masih melimpah dan harga tak bergeser naik. Sukrisno pun memerintahkan produk PT Timah Tbk segera dikirim ke pasar.
"Stok timah entah dari mana datangnya, pada posisi 12.000 Mton. Harga USD 19 ribu, terpaksa kita lepas," kata Sukrisno saat acara silaturahmi dengan puluhan wartawan Bangka Belitung, kemarin.
Ia mengindikasikan praktek mafia pertimahan belum tuntas. Pengetatan aturan perdagangan timah yang berlaku sepanjang 2014 masih memiliki celah yang memungkinkan membanjirnya timah ke pasar internasional melalui berbagai cara.
"Saya bilang kepada Pak Menteri, jangan cukup di Permendag 44 pak, karena mafia timah ini terus belajar memanfaatkan celah-celah yang ada pada aturan," kata Sukrisno didampingi Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Agung Nugroho dan Kepala Divisi Pengamanan PT Timah Tbk Jaelani.
Sukrisno menjelaskan, selama bertugas sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk, ia telah menempuh berbagai upaya untuk memperbaiki tata kelola serta perdagangan timah Bangka Belitung. Upaya itu terutama mendorong aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengetatkan tata kelola ekspor timah.
"Kita ingin menyelamatkan bisnis timah ini. Saya melobi menteri, memberi penjelasan seperti apa sebenarnya yang terjadi, itu usaha saya," kata Sukrisno.
Mantan Direktur Utama PT Bukit Asam ini menceritakan, penyelamatan bisnis timah Indonesia perlu dilakukan. Selama ini negara-negara asing mengambil keuntungan teramat besar dengan memanfaatkan berbagai celah perdagangan dan kelonggaran aturan pertambangan timah.
Sukrisno pun menyinggung peran penting bursa timah agar Bangka Belitung bisa memiliki peran besar sebagai pengendali harga timah. Jikapun bursa timah ini belum memenuhi harapan, maka semua pihak diharapkan memberi andil untuk memperbaikinya.
"Selama kita tidak bisa menjadi penentu harga timah dunia dengan pengetatan ekspor timah, bisnis timah kita akan tetap seperti ini," kata Sukrisno.
Ia memberi gambaran, apabila harga timah bisa mencapai kisaran lebih dari USD 25 ribu per metrik ton, maka perusahaan seperti PT Timah Tbk akan sanggup memberikan royalti hingga 10 persen bagi daerah.
"Dengan harga USD 26 ribu, kita bagi royalti 10 persen ke pemda, itu tidak apa-apa. Tapi, kalau harganya hanya USD 19 ribu, wah susah. Itu saja untungnya sudah sangat tipis," katanya.
Ia mengatakan usaha mencapai tata kelola yang lebih baik dapat dicapai melalui penyempurnaan aturan. Dirinya menilai sudah cukup banyak pihak yang menunjukkan kepedulian dan ingin memperbaiki kondisi pertimahan di Bangka Belitung.
"Sekarang ini sistem sudah lebih bagus, tetapi harus disempurnakan. Saya juga senang DPRD telah membentuk panja, membentuk pansus. Saya akan beberkan semuanya. Saya nilai mereka sudah mempedulikan pertimahan ini," kata Sukrisno.
Saat ini DPRD Bangka Belitung membentuk Panitia Khusus Tata Kelola Pertimahan Bangka Belitung. Pansus bekerja mengurai permasalahan pertimahan Bangka Belitung yang karut marut.
Ketua Pansus Tata Kelola Timah, DPRD Babel, H Haryadi mengatakan pihaknya membentuk tim-tim kecil untuk mengurai satu persatu permasalahan pertimahan.
"Kita bagi kerja, jadi ada yang bahas IUP, ada yang bahas royalti, ada yang bahas ekspor. Jadi kerja tim kita cepat, permasalahan timah ini jelas," kata Haryadi dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Surat Menteri Susi
Surat edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang meminta kepala daerah menghentikan aktivitas penambangan di laut menjadi ancaman tersendiri bagi keberlangsungan pertambangan lepas pantai. Jika permintaan itu dipenuhi, Sukrisno khawatir PT Timah Tbk bakal mengalami gangguan serius pada operasional perusahaan ini.
"Saya rasa, jika aturan itu dilakukan maka termasuk kami akan kesulitan. Bahkan BUMN ini bisa mati, karena saat ini produksi kita paling besar di laut," kata Sukrisno.
Ia menilai permintaan menteri itu barulah sebatas imbauan. Menurut Sukrisno, operasional izin usaha penambangan yang ada di laut merupakan wilayah wewenang Kementerian ESDM.
"Kecuali Menteri ESDM yang buat kebijakan itu, maka berhentilah kita menambang di laut," katanya. (tea)


Anda sedang membaca artikel tentang

PT Timah Tbk Temukan Stok Melimpah

Dengan url

http://bangkabarita.blogspot.com/2015/01/pt-timah-tbk-temukan-stok-melimpah.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

PT Timah Tbk Temukan Stok Melimpah

namun jangan lupa untuk meletakkan link

PT Timah Tbk Temukan Stok Melimpah

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger