Opini: Bijak Memanfaatkan Alam

Written By wartini cantika on Jumat, 06 Maret 2015 | 11.37

Opini: Derry Nodyanto, Guru SMA Negeri 1 Pemali

Sebagaimana diberitakan harian Bangka Pos, Minggu 8 Februari 2015 lalu mengenai musibah banjir yang terjadi beberapa wilayah Bangka Belitung sudah barang tentu merupakan bentuk bencana yang memilukan sekaligus meminta perhatian kita semua. Dalam arti kata bukan hanya tugas pemerintah semata, akan tetapi memerlukan tanggung jawab kita semua untuk bersama-sama menanganinya. Hal yang perlu digarisbawahi bahwa banjir sesungguhnya bukanlah penyebab, banjir hanya sebagai akibat kerusakan lingkungan.

Bencana banjir yang melanda saat ini jelas memperlihatkan kerusakan lingkungan kita yang sudah memprihatinkan. Tidak hanya dipicu oleh intensitas dan curah hujan yang tinggi namun persoalan adalah karena area resapan air di permukaan bumi ini semakin sedikit,sehingga daerah air yang ada pun tak mampu menampung air hujan.

Oleh karena itu terjadi ketidakseimbangan alam apalagi hutan banyak yang rusak karena penambangan, dan diperparah dengan sistem drainase yang buruk. Ini menjadi pelajaran untuk kita semua agar lebih bijak memanfaatkan lingkungan hidup dan sumber daya alam, dengan kata lain bijak memanfaatkan alam sesuai dengan etika.

Lingkungan hidup dengan sumber daya alam merupakan dua hal yang terkait satu sama lain, bahkan tidak dapat dipisahkan. Lingkungan atau lingkungan hidup bagi kita manusia adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup (termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya). Dalam hal ini kajian kehidupan manusia yang berkaitan dengan aktivitasnya terhadap lingkungan memerlukan suatu patokan yang menjadi standar tata nilai bagi kehidupan di tengah situasi krisis yang boleh dikatakan telah terjadi dalam masyarakat, Untuk dapat menggali sistem nilai dan moral dari berbagai perumpamaan yang tersebar di alam tersebut diperlukan suatu ilmu. Dengan ilmu segala sesuatu yang dilukiskan di alam ini dapat memberi makna bagi kehidupan manusia, terutama ilmu tentang etika.

Apabila kita hubungkan dengan konteks kekinian dalam arti konten pembicaraan maka kita berhadapan dengan etika lingkungan sebagaimana yang ditegaskan dalam Ketetapan MPR RI No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Etika lingkungan menegaskan pentingnya kesadaran menghargai dan melestarikan lingkungan hidup serta penataan tata ruang yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Sudah barang tentu tuntutan pernyataan di atas bertalian dengan perilaku manusia. Perilaku manusia secara moral dianggap baik jika sepadan dengan kehendak Allah, dan perilaku manusia dianggap tidak baik bila tidak mengikuti aturan/perintah Allah sebagaimana dituangkan dalam kitab suci.

Seseorang itu disebut berbudaya apabila perilakunya dituntun oleh akal budinya sehingga mendatangkan kebahagiaan diri dan lingkungannya serta tidak bertentangan dengan kehendak Allah. Allah menciptakan alam seisinya menyediakan banyak pilihan untuk dijadikan pedoman hidup manusia, baik untuk kehidupan pribadinya, hidup bermasyarakat, berbangsa maupun menyelenggarakan kehidupan bernegara, dan berbagai tuntunan nilai kehidupan manusia lainnya.


Anda sedang membaca artikel tentang

Opini: Bijak Memanfaatkan Alam

Dengan url

http://bangkabarita.blogspot.com/2015/03/opini-bijak-memanfaatkan-alam.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Opini: Bijak Memanfaatkan Alam

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Opini: Bijak Memanfaatkan Alam

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger