Peduli Petani Karet., Suryandaru Inovasi Agroteknologi di Belitung

Written By Unknown on Minggu, 27 Oktober 2013 | 11.37

Laporan wartawan Pos Belitung, Al Adhi Setyanto

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - SEIRING perkembangan zaman, teknologi juga makin berkembang. Bahkan teknologi juga menyentuh hampir disetiap sisi kehidupan manusia. Namun perkembangan teknologi di setiap belahan dunia tak sama dan terkesan timpang.

Hal ini sangat dicermati Suryandaru (24), warga Jalan Zainudin Aba, Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan. Mahasiswa Magister Teknik Industri Universitas Indonesia ini sangat mengerti para petani di tanah kelahirannya, Belitung masih belum banyak menerapkan teknologi dalam mengembangkan pertanian maupun perkebunannya.

Pria yang menyelesaikan studi Strata 1 di Undip dan pernah mengenyam pendidikan di Jerman ini menilai, hasil rekayasa teknologi kadang hanya berakhir dalam jurnal perpustakaan, tanpa adanya penyampaian ke masyarakat. Melihat ini, Suryandaru mencoba memperkenalkan salah satu teknologi terapan ke petani karet di kampung halamannya.

"Ada kesenjangan antara user teknologi dengan penyedia teknologi. Kadang tidak ketemu. Para inovator atau peneliti atau perekayasa teknologi asyik dengan teknologinya. Dan terkadang berhenti di paper ilmiah di perpustakaan dan jurnal ilmiah. Padahal inovasi tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat," ujar pria yang bekerja di BIC, Kementerian Riset dan Teknologi ini kepada Pos Belitung, Sabtu (26/10/2013).

Solusi berbasis inovasi agroteknologi yang dikenalkan berupa asap cair dikombinasikan dengan formulasi khusus. Inovasi ini terbukti mampu mempercepat proses penggumpalan karet, produk lebih bersih, tidak berbau serta berstandar RSS (Ribbed Smoke Sheet) bagi industri.

"Inovasi ini kami sempat pelajari ketika mengambil S1 Teknik Kimia di Undip, Semarang. Karena saya lahir dan dibesarkan di Belitung. Maka saya bersama tim, coba perkenalkan inovasi agroteknologi ini untuk petani di Belitung," lanjut Suryandaru.

Setinggi apapun ilmu yang didapatkan, sangat bijak bila ilmu tersebut ditularkan ke orang lain agar berguna. Terlebih untuk membantu masyarakat di daerah kelahirannya yang belum begitu mengenal teknologi. Suryandaru sendiri mempunyai segudang prestasi dalam studinya. Berbagai penelitian telah ia lakukan untuk mengembangkan ilmu yang berguna bagi masyarakat.

Belitung sendiri populer dengan sektor pertambangan, namun bukan berarti sektor-sektor lain tak mempunyai kans dikembangkan di Belitung. Salah satunya perkebunan, Belitung mempunyai potensi besar dalam sektor perkebunan. Lada, karet dan kelapa sawit menjadi komoditi perkebunan di Belitung.

Perkebunan kelapa sawit banyak dikembangkan investor besar, peluang masyarakat Belitung berkebun ada pada karet dan lada. Namun para petani kadang kesulitan dalam produksi karena produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan. Suryandaru merasa ilmu yang didapatkan selama ini bisa membantu petani di Belitung.

"Indonesia pada umumnya mengalami itu, masyarakat kecil yang tidak paham peran inovasi teknologi hanya beraktivitas secara konvensional," sebut pria lajang ini.


Anda sedang membaca artikel tentang

Peduli Petani Karet., Suryandaru Inovasi Agroteknologi di Belitung

Dengan url

http://bangkabarita.blogspot.com/2013/10/peduli-petani-karet-suryandaru-inovasi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Peduli Petani Karet., Suryandaru Inovasi Agroteknologi di Belitung

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Peduli Petani Karet., Suryandaru Inovasi Agroteknologi di Belitung

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger