Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pembacaan Ayat Alquran Buka Anugerah Gelar Adat

Written By Unknown on Sabtu, 14 Februari 2015 | 11.37

LaporanWartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM.BANGKA -- Pembacaan ayat suci Alquran membuka Acara Pemberian Anugerah Gelar Adat Melayu kepada tokoh Masyarakat Bangka-Belitung (Babel) pada Sabtu (14/2/2015). Acara dimulai sekitar pukul 09.42 WIB di Jalan Balai Pangkalpinang, Kepulauan Babel.

Pemberitaan sebelumnya, acara yang semula direncanakan pukul 09.00 WIB sempat terhenti sejenak. Aliran listrik PLN mengalami pemadaman sudah berjalan sekitar 30 menit. Sebelumnya, pihak panitia sempat menyiapkan unit genset lalu aliran listrik kembali menyala.  

Pantauan Bangkapos.com, terlihat para tamu mengikuti dengan khidmat mendengarkan acara.


11.37 | 0 komentar | Read More

Ini Daftar Harga Perahu Di Kampung Tanjung Kubu

POS BELITUNG/DEDE SUHENDAR

Sebuah perahu dengan ukuran lunas 10 meter hasil karya tukang Kampung Tanjung Kubu, Desa Batu Itam, Tanjungpandan, Belitung, Sabtu (14/2/2015) pagi. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Suak seorang tukang perahu Kampung Tanjung Kubu, Desa Batu Itam menjelaskan beberapa klasifikasi harga pembuatan perahu. Menurutnya, panjang ukuran lunas sangat menentukan biaya yang perlukan.

Perahu Pemancing, ukuran paling kecil memiliki lunas dengan panjang enam meter dibandrol dengan harga Rp 20 juta. Sedangkan yang paling besar memiliki panjang 14 meter dengan harga sekitar Rp 100 juta.

Sementara itu untuk Perahu Bagan dengan panjang lunas minimal 12 meter dibandrol dengan harga Rp 150 juta. Maksimal dengan ukuran lunas 14 meter seharga cukup fantastis diatas Rp 200 juta.

"Harga tersebut sudah terima beres, termasuk bahan, upah dan mesin. Tetapi bisa nego tergantung yang pesan, karena model juga jadi penentu harga," kata Suak.


11.37 | 0 komentar | Read More

Genset Diturunkan, Listrik PLN Nyala Lalu Dimulai Acara

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelaksanaan Penganugerahan gelar Adat yang dilaksanakan Lembaga Adat Melayu (LAM) Bangka Belitung, Sabtu (14/2/2015) akhirnya dapat dimulai menyusul aliran listrik yang telah menyala.

Gelar Adat LAM Bangka Belitung di Balai Rampai Budaya memulai penabalan.

Duduk diatas kursi kebesaran LAM Bangka Belitung Wakil Gubernur Babel Hidayat Arsani, Dato HA Ramli Sutanegara dan Ketua Dewan Penasihat LAM Babel Dato Sri Pangeran H Emron Pangkapi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Babel Hidayat Arsani mendadak untuk menghubungi pihak PLN. Pasalnya, sesaat acara penganugerahan gelar adat terjadi gangguan lantaran aliran listrik pada. Namun tidak diketahui secara terperinci hal yang disampaikan wagub kepada pihak PLN tersebut.

Pantauan Bangkapos.com,  terlihat panitia penganugerahan gelar adat menyiapkan genset. Namun saat genset diturunkan dari mobil, aliran listrik PLN telah keburu menyala.

Sejauh ini Bangkapos.com, masih berupaya untuk mengonfirmasi kepada pihak PLN setempat terkait alasan pemadaman aliran listrik kali ini. Hingga berita ini diturunkan, Sabtu pagi belumlah diperoleh tanggapannya.


11.37 | 0 komentar | Read More

Tanjung Kubu Telah Hasilkan Ratusan Perahu

POS BELITUNG/DEDE SUHENDAR

Sebuah perahu dengan ukuran lunas 10 meter hasil karya tukang Kampung Tanjung Kubu, Desa Batu Itam, Tanjungpandan, Belitung, Sabtu (14/2/2015) pagi. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Desa Batu Itam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Babel terdapat sebuah tempat pembuatan perahu nelayan bernama Tanjung Kubu. Semenjak tahun 1963 sampai sekarang sudah sekitar ratusan perahu yang dibuat disana.

Menurut Yani, seorang tukang perahu mengatakan sampai sekarang junlah tukang di Tanjung Kubu sekitara 20 orang. Dari jumlah tersebut sudah tidak murni dari warga asli saja tetapi sudah bercampur dengan tukang dari segala penjuru desa.

"Kalau jumlah tukang sekarang sudah banyak. Karena sudah campur, bukan hanya warga sini saja, coba diitung jumlah perahunya. Kalau jumlah perahu 20 brarti tukangnya ada 20 juga," kata Yani kepada bangkapos.com, Sabtu (14/2/2015) pagi.


11.37 | 0 komentar | Read More

Sahide: Di Belitung Kayu Mulai Susah Didapat

POS BELITUNG/DEDE SUHENDAR

Sebuah perahu dengan ukuran lunas 10 meter hasil karya tukang Kampung Tanjung Kubu, Desa Batu Itam, Tanjungpandan, Belitung, Sabtu (14/2/2015) pagi. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Beberapa tukang perahu Kampung Tanjung Kubu, Desa Batu Itam, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Babel mengeluhkan kelangkaan bahan pokok untuk membuat perahu. Semenjak tahun 1963 sampai sekarang jumlah kayu di Belitung mulai berkurang, Sabtu (14/2/2015) pagi.

Menurut Sahide, untuk bahan pokok berasal dari daerah Belitung Timur. Hal ini disebabkan kayu yang dipakai harus mempunyai kualitas baik dan sekarang sangat susah didapat. Mensiasati keadaan tersebut, banyak tukang yang menggunakan kayu seruk.

"Kayu yang bagus sekarang susah dan mahal. Biasaya kalau pesan sekarang sekitar satu bulan baru datang. Di Belitung sudah susah, kebanyakan kayu disini berasal dari Beltim. Kalau untuk papan pakai Kayu Seruk, karena lebih mudah didapat dan harganya agak miring," kata Sahide kepada Bangkapos.com pada Sabtu.


11.37 | 0 komentar | Read More

Majelis Adat LAM Babel Beri Penghargaan Kepada 35 Tokoh

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penabalan gelar adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Bangka Belitung di Balai Rampai Budaya Jalan Balai Pangkalpinang, Sabtu (14/2/2015) kepada 35 tokoh masyarakat.

Dalam penganugerahan dilakukan Pemasangan Selempang oleh Wakil Gubernur Bangka Belitung, Pin tanda kebesara Dato H Emron Pangkapi dan penyerahan sertifikat oleh Dato HA Ramli Sutanegara.

Satu persatu penerima gelar disematkan selendang, pin dan sertifikat penghargaan dari Majelis Adat, Ketua Dewan Penasihat LAM Bangka Belitung.

Hadir pada penganugerahan Adat, HRH DR Bai Azian Utto Camsa Princess SA Buayan Darussalam Mindanau, Anak dari Kesultanan Buayan Darussalam, Dato H Sukar bin H Yusuf perwakilan Singapura dan Raja Badau Belitung.


11.37 | 0 komentar | Read More

Bantuan Bibit Lada Bakal Mengalir ke Masyarakat Kecil

Written By Unknown on Jumat, 13 Februari 2015 | 11.37

TOBOALI, BANGKA POS - Pemkab Bangka Selatan (Basel) akan memberikan bantuan ratusan ribu bibit lada kepada masyarakat dan kelompok tani di Kabupaten Basel. Pengadaan bibit tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Basel.

Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Basel, Winurdin, mengatakan, bantuan bibit lada yang pengadaannya menggunakan APBN akan diberikan kepada kelompok tani.

"Sementara (bantuan bibit lada--red) dari dana APBD untuk masyarakat kecil yang serius ingin bertani dan memiliki lahan," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Basel, Winurdin, Senin (9/2/2015) lalu.

"Tahun lalu masih ada masyarakat ataupun petani yang belum kebagian. Jadi, kita rencanakan tahun ini akan kita bagikan bagi yang belum mendapatkan bantuan bibit lada," ujarnya.

Menurut Winurdin, salah satu alasan pemerintah memberikan bantuan bibit lada dalam jumlah kepada masyarakat dan kelompok tani di Kabupaten Basel karena harga komoditas tersebut semakin meningkat.

"Selain itu, menanam lada merupakan tradisi masyarakat, khususnya di wilayah kita (Basel). Kita telah menguasai cara menanam lada yang baik dan harga semakin lama semakin menanjak," bebernya.

Masyarakat Basel yang ingin mendapatkan bantuan bibit tersebut dapat mengajukan permohonan kepada Disbunhut setempat. Syaratnya, harus mendapat rekomendasi dari pihak desa atau kelurahan.


11.37 | 0 komentar | Read More

KIP Bergeser, Massa Bubar

TOBOALI, BANGKA POS - Sedikitnya 300 nelayan dari wilayah Batu Perahu, Serdang, dan Kecamatan Toboali, menggeruduk kantor Bupati Bangka Selatan, Kamis (12/2/2015). Massa menuntut Pemkab Basel mencabut izin operasi Kapal Isap Produksi (KIP) Mutiara Hitam 3 milik PT Sumber Jaya Indah (SJI). Menurut massa, KIP itu kembali beroperasi di perairan Mumpunai, Toboali, Kabupaten Basel.

Massa memulai aksinya sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka sempat memagari kantor bupati Basel dengan jaring yang biasa digunakan untuk menangkap ikan. Setelah berorasi, sejumlah perwakilan massa melakukan dengan audiensi di dalam kantor bupati Basel.

"Kami minta dicabut izinnya demi masyarakat kami yang ada di pesisir pantai, pencarian kami hanya di sana, seandainya tidak dicabut mau dikemanakan kami mencari makan," ungkap Toyo, perwakilan BPD Serdang Toboali, Kamis (12/2).

Toyo menjelaskan para nelayan telah sepakat untuk menolak adanya jenis pertambangan di wilayah perairan kabupaten Basel bagian barat. "Karena sosialisasi dilakukan tidak melalui pemerintah desa, demi kemanusiaan dan ketentraman kabupaten kita pak, mohon jangan ditunda dan dicabut ijin untuk seterusnya," katanya.

"Kami tidak akan pulang, dan akan membawa istri dan anak kami, akan kami duduki kantor Bupati," tegas Toyo.

Bupati Basel, Jamro H Jalil mengatakan, bahwa untuk mencabut ijin harus melalui proses yang sesuai aturan perundang-undangan. "Kenapa tidak mencabut, karena ada tahapannya, mohon untuk bersabar. Kami sudah mengeluarkan surat penghentian operasi dua kali, dan akan kita lakukan evaluasi karena pencabutan ijin butuh tahapan," kata Jamro saat menemui massa di halaman kantor bupati Basel, kemarin.

Sementara, Komandan Kodim 0413 Bangka, Utten Simbolon yang juga menemui masyarakat nelayan yang melakukan unjuk rasa dihalaman kantor Bupati Basel berjanji akan segera menggeser KIP milik PT SJI yang kembali bergeser di Perairan Mumpunai.


11.37 | 0 komentar | Read More

PT SJI: Kami Minta Kepastian Investasi

PERWAKILAN PT Sumber Jaya Indah (SJI), Ipang mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mencoba melakukan sosialisasi dalam pengoperasian KIP di perairan Mumpunai, Toboali, Kabupaten Basel. Dia menyebut sudah memiliki izin untuk pengoperasian KIP di wilayah tersebut.

"Kapal sudah pernah kita geser pertama, tetapi dengan izin yang telah ada mengapa tidak boleh melakukan aktifitas, jika mengharapkan 100 persen setuju maka tidak mungkin berjalan, kami minta kepastian Pemkab Basel dalam investasi di sini," kata Ipang, Kamis (12/2/2015).

Menurutnya, jika situasi terus-menerus seperti sekarang ini, kabupaten Basel tidak akan berkembang. Ipang mengatakan PT SJI punya hak dan kewajiban. Biaya operasional yang dikeluarkan pun sudah cukup besar. Namun, lanjutnya, selalu tidak ada jalan keluar. "Jika tidak bisa bekerja maka beri kepastian kepada kami," ujarnya.

Ipang menyebut pihaknya bekerja atas perizinan yang dikeluarkan pemerintah dan tidak semena-mena. Dia berharap tidak terjadi benturan jika nanti sudah ada hasil dari pemerintah Basel di pihak kementerian pusat, .

""Apapun hasilnya untuk dihargai dan jangan sampai terjadi benturan, jika bisa bekerja jangan halangi dan jika tidak bisa bekerja maka perijinannya nanti akan bagaimana tolong diberikan kepastian," tegas Ipang yang juga memastikan KIP akan digeser ke wilayah perairan Gusung, Toboali, hingga keputusan yang dimaksudnya keluar. 

Penulis: Ajie Gusti Prabowo

Editor: emil


11.37 | 1 komentar | Read More

Dinas PU Akan Bangun Siring di Air Jukung

BELINYU, BANGKA POS - Pemkab Bangka melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan membangun saluran air (siring) di Jalan Pahlawan XII Kampung Air Jukung Kelurahan Air Jukung, dan Jalan Budiman Kampung Sungaiketok Kelurahan Kuto Panji Belinyu, pada tahun anggaran 2015.

Selama ini, rumah-rumah warga di sekitar jalan tersebut sering terkena banjir akibat limpahan air hujan dari jalan karena tidak memiliki saluran air untuk menampung dan mengalirkan air hujan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bangka, Herman Ch, kepada Bangka Pos, Kamis (12/2). "Pembuatan siring di Jalan Pahlawan XII di daerah Kampung Air Jukung dan Jalan Budiman Kampung Sungaiketok Belinyu akan dibangun pada tahun 2015. Insya Allah, tahun ini sedang kita proses untuk pembuatan siring di kiri dan kanan jalannya," kata Herman.

Menurutnya, rencana pembangunan siring itu menanggapi keluhan Aan, warga Kampung Air Jukung, yang rumahnya terkena banjir akibat limpahan air dari jalan raya karena tidak ada saluran air.

"Aspirasi ini memang disampaikannya kepada saya dan sudah saya tindak lanjuti ke lapangan dengan membawa pegawai Dinas PU Kabupaten Bangka untuk meninjau ke lapangan. Faktanya di lapangan saat pengecekan itu ternyata memang turun hujan sehingga pegawai Dinas PU bisa menyaksikan langsung fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan," beber Herman. (edw)


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger