Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kejagung Bidik Pemilik Rekening Gendut Pejabat Daerah

Written By Unknown on Sabtu, 13 Desember 2014 | 11.37

JAKARTA, BANGKA POS- Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mendalami laporan pejabat di daerah pemilik rekening gendut yang dicurigai sebagai pelaku korupsi. Kejagung merahasiakan perkembangan penyidikan pada kasus itu.

"Nanti kalau sudah ada perkembangan, ya kami gulirkan. Sekarang baru berjalan segitu, kalau di-blow up, nanti (pejabat daerah terkait) malah kabur," kata Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Suyadi, di kantornya, Jumat (12/12).

Pada awal September lalu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyerahkan Laporan Hasil Analisis (LHA) 10 pejabat daerah pemilik rekening gendut. Mereka digolongkan sebagai pemilik rekening gendut karena saldo rekeningnya jauh lebih besar daripada gajinya sebagai pejabat daerah.

LHA disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ke Kejaksaan Agung. Saat ditanya siapa saja pejabat daerah tergolong pemilik rekening gendut, Suyadi tak mau membeberkannya. Respons yang sama juga diberikan saat ditanya apakah ada kepala daerah yang masuk dalam daftar. "Nanti sajalah kalau sudah ada keterangan. Sekarang baru didalami tidak semuanya kepala daerah semua," katanya.

Ketika berkunjung ke kantor Kejaksaan Agung, 1 Desember lalu, Ketua PPATK M Yusuf meminta Kejagung segera memproses laporan 10 transaksi mencurigakan ke rekening pejabat.

"Minimal dipercepat penanganannya karena kasusnya menarik dan besar. Baik dari jumlah uang dan orang yang terindikasi terlibat," ujarnya.

Salah satu pejabat yang dicurigai sebagai pemilik rekening gendut adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono, yang saat ini berstatus tersangka penggelembungan dana pembelian bus Transjakarta. Laporan PPATK pula yang menjadi dasar penyidik kejaksaan menyita aset-aset Udar.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Widyo Pramono membenarkan, peran penting data PPATK pada penyidikan kasus bus Transjakarta. "Berkat data dari PPATK kami bisa dapat (menyita) rumah, apartemen, dan mobil," ujar Widyo.

Widyo menambahkan, apa yang dilaporkan PPATK ke Kejagung adalah perkara lama. Karena itu, jaksa harus meneliti kembali untuk mengetahui perkara mana saja yang sedang ditangani kejaksaan maupun kepolisian.

PPATK menyerahkan LHA secara bertahap antara akhir 2013 dan awal 2014. Pada April lalu, Polri memeriksa seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kepulauan Riau yang transaksi di rekeningnya mencapai Rp 1,3 triliun dalam 5 tahun terakhir. PNS tersebut ternyata terlibat bisnis bahan bakar minyak (BBM) ilegal.

Informasi yang beredar, dari 10 pejabat yang data rekeningnya diserahkan ke Kejaksaan Agung, salah satunya adalah mantan gubernur di Pulau Jawa dan seorang lainnya adalah gubernur di Sulawesi. (Tribunnews/the)


11.37 | 0 komentar | Read More

Pemohon SIM Dianjurkan Donor Darah

JAKARTA, BANGKA POS - Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, mengusulkan agar masyarakat yang akan membuat SIM diminta untuk melakukan donor darah terlebih dahulu.

Saya mengusulkan setiap orang yang mengambil SIM, dia donor darah dulu," kata Kalla dalam acara nota kesepahaman PMI-Kepolisian Indonesia, di Markas PMI, Jakarta, Jumat.

Usulan itu terkait upaya pemenuhan kebutuhan kantong darah yang saat ini kian meningkat.
Pria yang akrab disapa JK ini mencontohkan ketika lebaran tiba, jumlah permintaan darah meningkat, tetapi para pendonor malah berkurang karena banyak yang mudik.

"Pas mudik itu, banyak yang kecelakaan, otomatis permintaan darah meningkat. Tapi di sisi lain pendonornya berkurang karena pada mudik," katanya, Jumat (12/12)

Kalla mengajak masyarakat untuk beramai-ramai mendonorkan darahnya. Menurut dia, donor darah memiliki banyak manfaat. Salah satunya pendonor tidak perlu lagi memeriksakan kesehatan mereka karena bila darahnya dipakai oleh PMI maka otomatis artinya pendonor sehat.

Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Sutarman, menyambut baik usulan JK tersebut.
Menurut dia, bila usulan ini diterapkan, nantinya di loket-loket SIM, ada imbauan untuk berdonor darah bagi para pemohon SIM. Sementara unit transfusi darah PMI juga akan ditempatkan di tempat-tempat pelayanan SIM.
"Para pemohon SIM nantinya diimbau untuk mendonorkan darahnya. Tapi ini tidak wajib, sifatnya sukarela untuk kemanusiaan," katanya. (Ant/Kompas.com)


11.37 | 0 komentar | Read More

Warga Bakar Tiga Kantor Kecamatan

AMBON, BN -Tiga kantor kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah dibakar massa yang menuntut adanya pemekaran kabupaten baru di wilayah tersebut, Jumat (12/12) dinihari.

Warga marah dan membakar tiga kantor kecamatan di wilayah tersebut karena mereka kecewa dengan Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, yang dinilai menghambat proses pemekaran kabupaten baru di wilayah itu.

"Seluruh syarat telah terpenuhi tapi Bupati Maluku Tengah terus menghalangi proses pemekaran kabupaten Seram Utara. Bupati tidak juga menandatangani rekomendasi pemekaran, padahal DPRD Maluku Tengah dan Gubernur Maluku sudah menyetujuinya," ungkap salah satu tokoh masyarakat Seram Utara saat dihubungi, Jumat siang.

Kapolres Maluku Tengah AKBP Herley Silalahi membenarkan bahwa warga Seram Utara yang melakukan protes telah membakar tiga kantor kecamatan di wilayah Seram Utara.

"Massa telah membakar tiga kantor kecamatan yakni kantor Kecamatan Wahai, kantor Kecamatan Seram Utara Timur Seti dan kantor Kecamatan Seram Utara Timur Kobi," ungkapnya.

Menurut Herley, aksi pembakaran tersebut diduga dilakukan sebagai bentuk ketidakpuasan massa atas tuntutan mereka terhadap Bupati Maluku Tengah terkait pemekaran Kabupaten Seram Utara.

"Diduga masalahnya itu terjadi karena masyarakat tidak puas dan kecewa dengan tuntutan pemekaran kabupaten Baru. Mungkin tanggapan pak Bupati tidak merespon sehingga massa marah," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua belum memberikan konfirmasi mengenai masalah tersebut.
Blokade jalan

Selain membakar tiga kantor kecamatan, yaitu kantor Kecamatan Wahai, kantor Kecamatan Seram Utara Timur Seti dan kantor Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, warga yang menuntut pemekaran wilayah Seram Utara sebagai kabupaten baru juga merusak kantor Kecamatan Seram Utara Barat di Pasanea, Maluku Tengah.

Sumber Kompas.com menyebutkan warga merusak kantor camat tersebut dengan cara melempari kaca-kaca jendela dan mengobrak-abrik kantor itu sejak Jumat pagi. Warga juga merusak meja dan kursi serta seisi ruangan didalam kantor sehingga berantakan.

Setelah puas merusak kantor tersebut, warga lalu menyegel kantor itu dengan cara menutup pintu masuk kantor. Hingga berita ini diturunkan, sekitar pukul 20.50 WIB, ratusan personel TNI/Polri dari Kota Masohi belum berhasil menerobos blokkade jalan yang dilakukan warga. (kcm)


11.37 | 0 komentar | Read More

Iptu Junaedi Pimpin Kapolsek Gerunggang

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Iptu Junaedi mantan Kasat Binmas Polres Bangka Tengah resmi menjabat Kapolsek Gerunggang yang sebelumnya dijabat Iptu Rudin Sitompul.

Rudin Sitompul dipromosikan bergabung ke unit Intelkam Polda kepulauan Bangka Belitung.
Mutasi ditandai dengan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sekigus pelepasan tanda jabatan dari pejabat lama dan pemasangan tanda jabatan baru oleh Kapolres Pangkalpinang AKBP Nur Romdhoni di halaman Kantor Polres, Jumat (12/12) pagi.

Dalam sambutannya, kapolres menyebutkan, mutasi anggota Polri merupakan bentuk penghargaan terhadap karir seorang anggota secara berkala. Dengan berpindah-pindah tugas diharapkan prestasi anggota Polri akan lebih meningkat.

"Mutasi suatu penghargan, Kepindahaan seorang anggota polisi memang sewajarnya demi pembinaan karir mereka," kata Nur Romdhoni, Jumat (12/12).

Kapolres mengintruksikan bagi pejabat baru untuk segera menyesuaikan diri di lingkungan Polres Pangkalpinang. Dinamika kegiatan masyarakat Pangkalpinang cukup besar jika dibandingkan dengan dinamika masyarakat yang ada di kabupaten-kabupaten di pulau Bangka.

Untuk itu dirinya berharap, para pejabat baru dapat memberikan kontribusi dalam bertugas dan melayani mengedepankan kepentingan masyarakat.

"Untuk pejabat baru supaya beradaptasi secepatnya di lingkungan Polres. Karena disini dinamika kemasyarakatannya cukup tinggi," terangnya.

Sementara itu, untuk pejabat lama Nur Romdhoni tak lupa mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan loyalitas selama menjadi bagian di Polres Pangkalpinang. Dia yakin dan percaya mereka mempunyai dedikasi dan loyalitas guna menjalankan peran dan fungsi di Polres Pangkalpinang.

Hal ini dikarenakan mereka termasuk pejabat yang lama bertugas di Bangka.
"Saya yakin dan percaya, mereka orang-orang lama yang rata-rata mereka sudah pernah bertugas di pulau Bangka," tambahnya. 


11.37 | 0 komentar | Read More

Kantor Bahasa Teliti 13 Bahasa Daerah di Bangka

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Hingga saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum menerapkan muatan lokal (Mulok) Bahasa daerah Bangka di sekolah-sekolah. Padahal Mulok ini sangat penting untuk melestarikan bahasa daerah dan sudah diterapkan di sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

"Di kita muatan lokal di sekolah belum ada. Untuk itu perlu diupayakan bagaimana pemda mengupayakan mulok di sekolah-sekolah," ungkap kepala Kantor Bahasa Provinsi Babel Drs Umar Solikhin, Jumat (12/12).

Umar Solikhin menjelaskan untuk penerapan mulok bahasa daerah Babel di sekolah-sekolah di Babel terlebih dahulu harus dilakukan pemetaan dialek mana yang akan dijadikan muatan lokal.

Untuk itu perlu dilakukan inventarisir bahasa supaya batas-batanynya jelas agar penggunaan tuturan dan bahasa mana dalam mulok nantinya tepat sasaran.

"Soalnya untuk bahasa daerah ini mungkin beda kecamatan sudah beda dialek," ungkapnya.

Menurut Umar, bahasa daerah dimasukkan dalam mulok banyak sekali manfaatnya, antara lain agar siswa mengenal bahasa daerah dengan baik dari struktur, bentuk makna dan fungsinya serta melestarikan dan nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa bisa diimpelentasikan sejak dini.

"Untuk bahasa daerah ini yang perlu diwaspadai seiring kemajuan teknologi tidak ada batas wilayah, informasi dari berbagai belahan dunia biasa diakses dengan mudah. Maka itu sekarang generasi muda sekarang mudah terpengaruh bahasa asing sehingga menggeruas bahasa Indoneasia dan bahasa daerah. Lihat saja di tempat umum saat ini mayoritas gunakan bahasa asing," papar Umar.

Sehubungan dengan rencana mulok bahasa daerah di sekolah-sekolah, menurut Umar kendala pertama belum ada kebijakan secara serius dari pemda untuk gunakan bahasa daerah, kedua belum ada pemetaan bahasa daerah.

"Pendidik belum belum siap dan belum menguasai pembelajaran bahasa daerah karena memang tidak ada fakultas sastra daerah. Provinsi lain banyak yang sudah terapkan mulok. Di pulau Jawa mayoritas sudah, di luar pulau Jawa yang belum," jelas Umar.

Sehubungan dengan pemetaan bahasa daerah Bangka, Umar mengatakan Kantor Bahasa provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak tahun 2013 sampai sekarang masih melakukan inventarisir.

"Saat ini untuk pulau Bangka kita sudah lakukan penelitian di 13 daerah dan ini masih berlanjut. Kita terkendala tenaga peneliti yang saat ini hanya ada 8 orang," pungkasnya.


11.37 | 0 komentar | Read More

Bahasa Betawi Berhubungan dengan Bahasa Tua Tunu

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Bahasa Melayu Bangka memiliki keberagaman dialek yang hingga kini masih bertahan.
Ada yang menarik dari Bahasa Melayu Bangka ini karena berdasarkan penelitian ahli bahasa Prof Dr Bernd Nothofer, Bahasa Betawi ada hubungannya dengan Bahasa Tua Tunu.

"Penelitan Prof dr Bernd Nothofer kalau tidak salah tahun 1995, bahasa Betawi berasal dari bahasa Tua Tunu. Ini hasil penelitiannya di pulau Bangka. Dia menyimpulkan dialek Melayu Betawi berasal dari dialek Melayu Bangka terutama Tua tunu," ungkap Kepala kantor Bahasa Provinsi Babel Umar Solikhin, Jumat (12/12).

Ditanya mengenai adanya kemungkinan bahasa Melayu Bangka yang dialeknya beragam mengalami kepunahan, Umar mengatakan untuk saat ini belum ada indikasi kearah tersebut.

"Ada kriteria sauatu bahasa terancam punah jika penuturanya dibawah 100 orang, dari pengamatan sementara di Bangka belum ada.

Kalau dialek seperti suku Lom saja masih bertahan. Jadi di Bangka dari segi bahasa belum terancam punah," ungkapnya. 


11.37 | 0 komentar | Read More

Ribuan Warga Srimenanti Antri Dapatkan Gas 3 Kg

Written By Unknown on Selasa, 09 Desember 2014 | 11.37

  • Tribun Network
    • Tribunnews.com
    • Super Ball
    • Tribun Images
    • Tribun Epaper
    • Tribun Livechat
    • Tribun Jakarta
    • Warta Kota
    • Tribun Jogja
    • Tribun Jabar
    • Surya
    • Tribun Jateng
    • Tribun Bali
    • Banjarmasin Post
    • Sriwijaya Post
    • Bangka Pos
    • Tribun Batam
    • Tribun Jambi
    • Serambi Indonesia
    • Tribun Kaltim
    • Tribun Lampung
    • Tribun Manado
    • Tribun Medan
    • Tribun Pontianak
    • Tribun Pekanbaru
    • Tribun Timur
    • Tribun Sumsel
    • Pos Kupang
    • Pos Belitung

    Social Media

    • Tribun Forum
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Tribun JualBeli

    Partner Site

    • Cari Rumah
    • Games
  • Bangka Pos

  • Login
    Belum punya akun? Mendaftar

    Atau

    Loading...

    Tribun Akun

    Email atau Username:

    Mengirim...

    Tribun Akun
    Tulis angka disamping

    Lupa kata sandi

    Atau

    Mengirim...


11.37 | 0 komentar | Read More

18 Karyawan Kejari Tanjungpandan Datangi DPRD Belitung

  • Tribun Network
    • Tribunnews.com
    • Super Ball
    • Tribun Images
    • Tribun Epaper
    • Tribun Livechat
    • Tribun Jakarta
    • Warta Kota
    • Tribun Jogja
    • Tribun Jabar
    • Surya
    • Tribun Jateng
    • Tribun Bali
    • Banjarmasin Post
    • Sriwijaya Post
    • Bangka Pos
    • Tribun Batam
    • Tribun Jambi
    • Serambi Indonesia
    • Tribun Kaltim
    • Tribun Lampung
    • Tribun Manado
    • Tribun Medan
    • Tribun Pontianak
    • Tribun Pekanbaru
    • Tribun Timur
    • Tribun Sumsel
    • Pos Kupang
    • Pos Belitung

    Social Media

    • Tribun Forum
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Tribun JualBeli

    Partner Site

    • Cari Rumah
    • Games
  • Bangka Pos

  • Login
    Belum punya akun? Mendaftar

    Atau


11.37 | 0 komentar | Read More

Pelatih Southampton Tanggapi Kekalahan dari MU

  • Tribun Network
    • Tribunnews.com
    • Super Ball
    • Tribun Images
    • Tribun Epaper
    • Tribun Livechat
    • Tribun Jakarta
    • Warta Kota
    • Tribun Jogja
    • Tribun Jabar
    • Surya
    • Tribun Jateng
    • Tribun Bali
    • Banjarmasin Post
    • Sriwijaya Post
    • Bangka Pos
    • Tribun Batam
    • Tribun Jambi
    • Serambi Indonesia
    • Tribun Kaltim
    • Tribun Lampung
    • Tribun Manado
    • Tribun Medan
    • Tribun Pontianak
    • Tribun Pekanbaru
    • Tribun Timur
    • Tribun Sumsel
    • Pos Kupang
    • Pos Belitung

    Social Media

    • Tribun Forum
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Tribun JualBeli

    Partner Site

    • Cari Rumah
    • Games
  • Bangka Pos

  • Login
    Belum punya akun? Mendaftar

    Atau

    Loading...

    Tribun Akun

    Email atau Username:

    Mengirim...

    Tribun Akun
    Tulis angka disamping

    Lupa kata sandi

    Atau

    Mengirim...


11.37 | 0 komentar | Read More

Komisi VI Rapat dengan Direktur Pertamina dan PT PLN Babel

  • Tribun Network
    • Tribunnews.com
    • Super Ball
    • Tribun Images
    • Tribun Epaper
    • Tribun Livechat
    • Tribun Jakarta
    • Warta Kota
    • Tribun Jogja
    • Tribun Jabar
    • Surya
    • Tribun Jateng
    • Tribun Bali
    • Banjarmasin Post
    • Sriwijaya Post
    • Bangka Pos
    • Tribun Batam
    • Tribun Jambi
    • Serambi Indonesia
    • Tribun Kaltim
    • Tribun Lampung
    • Tribun Manado
    • Tribun Medan
    • Tribun Pontianak
    • Tribun Pekanbaru
    • Tribun Timur
    • Tribun Sumsel
    • Pos Kupang
    • Pos Belitung

    Social Media

    • Tribun Forum
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Tribun JualBeli

    Partner Site

    • Cari Rumah
    • Games
  • Bangka Pos

  • Login
    Belum punya akun? Mendaftar

    Atau

    Loading...

    Tribun Akun

    Email atau Username:

    Mengirim...

    Tribun Akun
    Tulis angka disamping

    Lupa kata sandi

    Atau

    Mengirim...


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger