Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

EO Tagih Sisa Pembayaran Belitung Beach Festival 2013

Written By Unknown on Selasa, 28 Oktober 2014 | 11.37

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kemeriahan Belitung Beach Festival (BBF) tahun 2013 di Pantai Tanjungpendam, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), ternyata masih masih menyisakan persoalan. Pihak penyelenggara acara mengaku Pemprov Kepulauan Babel belum membayar lunas kegiatan yang dianggarkan Rp 1,055 miliar dari APBD Kepulauan Babel tersebut.

Pihak Event Organizer (EO) dari Sriwijaya Media Convex mengaku baru dibayar Rp 500 juta dari total anggaran yang dihabiskan senilai Rp 2,25 miliar. Meski sudah berkali-kali diminta, pihak EO tidak kunjung mendapatkan kepastian dari Pemprov Kepulauan Babel.

"Acara itu sengaja dibuat besar dan meriah karena permintaan almarhum Pak Eko selaku Gubernur Babel waktu beliau belum meninggal pada Juli 2013. Beliau memberi mandat kepada Wakil Gubernur Babel saat itu Pak Rustam Effendi. Nah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel, dianggarkan senilai Rp 1,055 miliar," ungkap pemilik EO Sriwijaya Media Convex, Anel saat menghubungi bangkapos.com, Selasa (28/10/2014).

Dia menilai ada yang tidak beres dalam penganggaran sehingga pihaknya menanggung kerugian hingga miliaran rupiah. Anel juga mempertanyakan anggaran Rp 1,055 miliar namun yang dicairkan cuma Rp 500 juta.

Anel juga mengaku heran, Disbudpar Babel menganggarkan Rp 1,055 miliar padahal dana yang dihabiskan sampai Rp 2,25 miliar. Menurutnya, untuk mendatangkan penari dari Jember Fashion Carnival sebanyak 75 orang termasuk perlengkapan menghabiskan dana Rp 1 miliar.

"Bukti-bukti pengeluaran uang kami lengkap. Pembayaran sistem swakelola, yakni hotel, makan, tranportasi kami sebagai EO yang membayar, Artinya kami tanggung dulu nanti baru minta ganti per item ke pemda. Tapi nyatanya, tidak pernah ada anggaran untuk mengganti uang kami. Yang jadi pertanyaan lagi kenapa dianggarkan Rp 1,055 miliar tetapi dicairkan kepada kepada kami cuma Rp 500 juta. Kemana sisa uang itu," jelas Anel.

Lantaran belum mendapat kepastian, Anel sudah mengadu persoalan itu kepada Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) dan tembusan ke Kepala Kejaksaan Tinggi Babel Hidayatullah. Anel juga berencana membawa persoalan tersebut ke publik melalui media cetak, elektronik dan online.

Hingga berita ini diturunkan, bangkapos.com masih mengupayakan untuk menghubungi instansi terkait dalam hal ini Disbudpar Babel. 


11.37 | 0 komentar | Read More

Jambret Tarik Jaket Mulyono, Lalu Rampok Rp 300 Juta

Tribun Pekanbaru/Hendra Efivanias

Mulyono, korban diduga perampokan tergeletak di depan Bulog, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (27/10/2014). 

BANGKAPOS.COM, PEKANBARU - Komplotan jambret yang menewaskan Mulyono di depan Bulog Riau, Jalan Sudirman, Senin (27/10/2014) sempat dikira hendak membantu korban. Pengakuan ini disampaikan oleh Edo Budiman, warga yang kebetulan melintas di dekat lokasi kejadian.

"Saya kira dia (pelaku) juga menolong. Teryata dia membawa senjata tajam kemudian mengambil jaket korban. Saya terkejut dan takut," kata Edo Budiman.

Edo Budiman sigap menghentikan sepeda motornya saat melihat seorang pria terkapar bersimbah darah di atas aspal depan Gudang Bulog tersebut. Lalu ia mendekati korban dengan niat menolong. Tapi baru beberapa langkah, ia berhenti lalu mundur menjauh.

Seorang pria tiba-tiba mengeluarkan pisau lalu menarik jaket milik korban. Edo sadar bahwa itu bukan peristiwa kecelakaan biasa, tapi perampokan.

Belakangan diketahui, pria yang jaketnya dirampas itu bernama Mulyono, 58 tahun. Korban merupakan warga Jalan Kina nomor 8 Kelurahan Tangkerang Utara Kecamatan Bukit Raya. Sementara Mulyono meregang nyawa, uang Rp 300 juta miliknya dibawa kabur empat pelaku yang berboncengan dua sepeda motor.

Tak berselang lama, Mulyono mengembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian. Ia kehabisan banyak darah yang mengucur dari luka di kepalanya. Darah juga mengalir dari hidung dan mulutnya.

"Tadi sempat masih hidup, tapi nafasnya tersengal," ungkap seorang sekuriti di sebuah toko tak jauh dari lokasi kejadian. Menurut dia, saat itu tidak ada yang berani menolong korban.


11.37 | 0 komentar | Read More

Harga Emas Batangan Antam Kembali tak Bergerak

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada Selasa (28/10/2014), kembali tak bergerak atau bertahan di level Rp 523.000 per gram.

Tercatat pada sejak akhir pekan kemarin, emas Antam bertengger di posisi Rp 523.000 per gram, sehabis turun Rp 1.000 per gram pada hari sebelumnya.

Pergerakan mendatar juga terjadi pada pembelian kembali (buyback) emas oleh pihak Antam yang masih berada di posisi Rp 472.000 per gram.

‪Berikut harga emas batangan Antam yang dikutip dari situs logammulia.com:‬

1 gram : Rp 523.000 per gram
2,5 gram : Rp 1.247.500 per gram
4 gram : Rp 1.491.000 per gram
10 gram : Rp 4.890.000 per gram
50 gram : Rp 24.250.000 per gram
250 gram : Rp 121.000.000 per gram
500 gram : Rp 241.800.000 per gram.


11.37 | 0 komentar | Read More

Jasagung Tunggu Keputusan Bupati

Laporan Wartawan Pos Belitung, Wahyu K

BANGKAPOS.COM, BELITUNG – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Belitung Jasagung Hariyadi langsung memberikan komentar terkait usulan penggantian dirinya. Ia mengaku tinggal menunggu keputusan bupati terkait usulan tersebut.

"Terima kasih atas informasinya, Bapak memang lagi nunggu keputusan bupati. Mungkin minggu-minggu ini bapak terakhir bertugas sebagai Kepala Dinas Pariwisata," kata Jasagung ketika dihubungi Pos Belitung (bangkapos.com), lewat pesan singkat, Selasa (28/10/2014).

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani mengatakan, pihaknya ingin agar Bupati Belitung Sahani Saleh mengganti Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf). Pasalnya, Kepala Disparekraf dinilai tidak sanggup lagi menjalankan tugas.

Penilaian tersebut kata Taufik merujuk pada surat pengunduran diri Kepala Disparekraf yang diajukan ke Bupati Belitung pada 11 Agustus 2014 lalu. Selain itu, Taufik mengaku dirinya juga mendapat masukan dari berbagai pihak termasuk dari para pelaku usaha pariwisata.

"Satu yang saya sampaikan kepada Bupati dalam rapat kemarin dengan jelas dan tegas, tolong kepala dinas pariwisata ganti karena Beliau sudah mengundurkan diri tanggal 11 Agustus kemarin, artinya tidak sanggup lagi untuk menjadi kepala dinas pariwisata, sehingga Bupati tidak boleh mempertahankan kepala dinas itu, apapun itu konsekwensinya," kata Taufik kepada Pos Belitung, Selasa (28/10/2014).


11.37 | 0 komentar | Read More

Balai Karantina Pangkalpinang Ingin Masukan dan Saran

Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Selasa (28/10/2014), menggelar dengar pendapat (Public Hearing) mengenai standar pelayanan publik.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan pengguna jasa Balai Karantina Pertanian dan instansi terkait ini bertujuan untuk mendapat masukan, saran maupun kritikan dari stakeholder mengenai pelayanan Balai Karantina Pertanian.

Acara ini sendiri menghadirkan narasumber perwakilan Ombushman RI untuk Babel Jumli Jamaluddin.

"Kami ingin masukan, saran dan kalau perlu kritikan," tegas Kepala Balai Karantina Kelas II Pangkalpinang, Drh Yulianto Setiawan.

Ia menjelaskan, Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang sendiri memiliki Maklumat yang menegaskan pihaknya sanggup melaksaanakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.

"Kami menyatakan sanggup untuk menyelenggarakan pelayanan asesauai standar pelayanan yang ditetapkan dan apabila tidak menepati janji ini, kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ungkap Yulianto.

Lebihlanjut ia mengatakan, pelayanan jasa balai karantina sendiri meliputi karantina hewan, tumbuhan, pengawasan keamanan hayati hewan dan nabati, pengujian laboratorium.

Sementara untuk pelayanan administrasi meliputi sertifikat kesehatan hewan, tumbuhan dan laporan hasil uji laborataorium.

"Kita memiliki 9 wilayah kerja di pelabuhan dan bandara di wilayah Babel," ujarnya.


11.37 | 0 komentar | Read More

PNS Sambil "Selfie" Saat Upacara Sumpah Pemuda Dimulai

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengikuti upacara memperingati hari Sumpah Pemuda yang digelar di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (28/10/2014), tidak mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. Di antara mereka ada yang malah duduk-duduk, bahkan ada pula yang asyik berselfie, padahal upacara sudah dimulai.

Pantauan Kompas.com, upacara di Kemensetneg dimulai pada pukul 07.40 WIB. Upacara diawali oleh laporan komandan upacara kepada inspektur upacara. Meskipun upacara sudah berlangsung, namun di barisan belakang, beberapa PNS perempuan tampak masih terlihat duduk-duduk di atas trotoar sambil mengobrol satu sama lain. Bahkan, tiga orang PNS perempuan masih tampak melakukan foto "selfie", saat akan berlangsung pengibaran bendera merah putih.

Di bagian belakang, beberapa PNS pria juga tampak tidak mengikuti kegiatan upacara. Mereka berdiri di balik mobil yang terparkir di bagian belakang lapangan upacara, dan asyik mengobrol sambil merokok.

Upacara di Kementerian Sekretariat Negara diikuti oleh PNS dari beberapa Kementerian yang berada di sekitar Kemensetneg. Di antaranya, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat atau yang berubah nama menjadi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, dan Kementerian Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.


11.37 | 0 komentar | Read More

Ketua Fraksi Sampaikan Nama di Paripurna Ini

Written By Unknown on Senin, 27 Oktober 2014 | 11.38

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Fraksi di DPRD Bangka dipersilahkan menyampaikan nama-nama anggota kelengkapan dewan di rapat paripurna, Senin (27/10/2014), di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Nama-nama itu dibacakan langsung oleh masing-masing ketua fraksinya di hadapan peserta rapat.

'Untuk selanjutnya, kami persilahkan masing-masing ketua fraksi menyampaikan nama-nama anggotanya di alat kelengkapan dewan ini. Untuk pertama kali kami persilahkan Ketua Fraksi PDIP Herman Suhadi," kata Ketua Parulian di rapat paripurna.

Namun sayang setelah ditunggu beberapa menit, Ketua Fraksi PDIP, Herman Suhadi belum juga datang. "Kami persilahkan Ketua Fraksi Golkar, Ruswanto," lanjut Parulian.

Sebelumnya diberitakan, hingga pukul 10.00 WIB, rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan di DPRD Bangka, hari ini, belum juga dimulai. Suasana masih tampak 'memanas' di Gedung Sepintu Sedulang. Sepertinya lobi politik' sedang bergulir.

Tampak suasana di berbagai sudut ruangan, sejunlah anggota dewan berbibcang serius. Seperti ada kubu-kubu tertentu, mereka membicarakan rencana paripurna yang dijadwalkan hari ini. Namun belum ada keterangan pasti mengapa paropuran itu belum dimulai.

Ketua DPRD Bangka, Parulian ditemui bangkapos.com, Senin (27/10/2014) di Gedung Sepintu Sedulang, belum bersedia memberikan keterangan.

'Kenapa paripurna belum dimulai pak ketua?" tanya bangkapos.com. Pertanyaaan itu dijawab Parulian, dengan senyuman. "Nggak tahulah..he..he..he," katanya.


11.38 | 0 komentar | Read More

Cik Ani Jadi Bahan Tertawaan Rekan Sejawat

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Riniati Sajuni alias Cik Ani, Ketua Fraksi Gerindra jadi bahan tertawaan para anggota dewan. Pasalnya, tak seperti ketua fraksi lainnya, Cik Ani membacakan daftar nama calon alat kelengkapan dewan dimulai dari Komisi C, bukan Komisi A, Senin (27/10/2014).

"Ha..ha..ha.... Mulai dari Komisi A bu...!". teriak para anggota dewan yang mendengarkan Cik Ani dari atas podium rapat paripurna DPRD Bangka.

Wah gawat ni, rupanya abjad sekarang dimulai dari huruf c rupanya, sindir anggota dewan dalam canda.

Mendengar sindiran ini, Cik Ani lalu pun tersadar seraya celingukan membolak-balikan kertas di tangannya. Rupanya, susunan kertas di tangan Cik Ani terbalik susunannya. Setelah beberapa saat, Cik Ani kemudian membacakan nama-nama anggota dimulai dari daftar nama Komisi A. "Nah..gitu dong," sambut para anggota dewan.


11.38 | 0 komentar | Read More

Laskar Sekaban Demo Pendirian Tower

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Laskar Sekaban yang dimotori M Achin, Senin (28/10/2014) melakukan demontrasi di lokasi berdirinya tower komunikasi, di Jalan Jenderal Sudirman, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang berada di dekat Kolong Grasi.

Aksi demo yang dilakukan Laskar Sekaban ini, terkait dengan tower yang berdiri tanpa adanya izin Pemkab Bangka dan laporan masyarakat yang komplain terhadap pembangunan tower.

Pada aksi demo ini, Achin sempat bersitegang dengan Iskandar yang mengaku dari Perwakilan Protelindo pihak pendiri tower.

"Mana surat izinnya pak? Ini tidak ada izin tower sudah berdiri. Masyarakat merasa resah," tegas Acin menanyakan kepada Iskandar.

Ia menyatakan, Pemkab Bangka harus tegas jangan dibiarkan saja. Dia menilai ada pembiaran dari Pemkab Bangka terhadap pendirian tower.

Menurut Iskandar, izin pendirian tower tersebut masih dalam proses ke Pemkab Bangka. "Izinnya sedang kita urus. Sedang dalam proses. Dak perlu ribut-ribut kami dak perlu menekan. Emang negara ini nek nurut ape kate k," kata Iskandar.

Ia mengatakan, pihak protelindo mengikuti aturan hanya saja izinnya saat ini masih di proses Pemkab Bangka.


11.38 | 0 komentar | Read More

Gara-gara Bacok Maling, Peternakan Ayam Dibakar Warga di Merawang

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peternakan ayam boiler milik PT Patriot di Dusun 3, Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dibakar warga, Minggu (26/10/2014) malam.

Peristiwa ini dipicu setelah penjaga peternakan memergoki warga hendak mencuri ayam di kandang perusahaan tersebut. Dua warga yang hendak mencuri terkena bacokan parang milik penjaga peternakan dan mengalami luka parah.

Hal tersebut memicu amarah warga, yang kemudian mendatangi peternakan dan membakar kandang ayam hingga ludes terbakar. Saat ini Uding (41) penjaga peternakan sudah diamankan oleh Polres Bangka, sementara dua warga Sumin (35) dan Ridwan (46) masih menjalani perawatan di RSUD Sungailiat, akibat kondisinya yang parah dengan lukan bacokan dibeberapa titik ditubuhnya.

"Sudah diamankan pelaku pembacokan tapi kita juga akan menyelidiki pembakaran peternakan ayam oleh warga tersebut," kata Kabag Ops Polres Bangka Kompol Joko Isnawan, kepada bangkapos.com, Senin (27/10/2014).


11.38 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger