Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Zuhardi Cabut Perkataannya Soal Basri

Written By Unknown on Kamis, 15 Mei 2014 | 11.38

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komite sepakbola bidang Organisasi Asosiasi PSSI Provinsi (Asprov), Zuhardi, mencabut perkataanya saat memberikan sambutannya dalam Muskab PSSI Bangka, Kamis (15/5/2014), di Gedung Wanita Sungailiat.

Sebelumnya, Zuhardi dalam sambutannya mengatakan, agar pengurus Pengkab PSSI tidak menjadi pengurus Badan sepakbola Rakyat Indonesia (Basri).

Namun, setelah jeda rehat, Zuhardi mendapatkan protes dari pengurus Basri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diketuai oleh Slamet Supriyadi. Usai sesi jeda, tiba-tba Zuhardi mencabut perkataanya di depan forum.

"Saya sampaikan bahwa ucapan saya tadi saya ubah agar Basri di Babel untuk beraktivitas dan berkoordinasi dengan Pengkab PSSI setempat," kata Zuhardi.


11.38 | 0 komentar | Read More

Pengurus PSSI Dilarang Masuk Basri

bangkapos.com/deddy marjaya

Bupati Bangka Tarmizi Saat memberikan sambutan dalam Muskab PSSI Bangka, Kamis (15/5/2014). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mewakili ketua Asporv PSSI Babel Zuhardi selaku komite Orgnasasi Asprov PSSI Babel menyampaikan sejumlah amanat PSSI dalam Muskab PSSI Bangka di Gedung Wanita Sungailiat.

Salah satunya pengurus mulai dari PSSI pusat hingga tingkat kabupaten dilarang masuk kedalam kepengurusan Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (Basri). Secara kebetulan Ketua Basri Babel diketui oleh Slamet Supriyadi juga hadir dalam Muskab PSSI Bangka.

"Ini saya minta maaf kabar ini bukan dari saya tapi dari PSSI pusat yang hingga kini tidak mengakui Basri," kata Zuhardi

Hal tersebut juga diamini oleh Bupati Bangka Tarmizi Saat yang berharap nantinya pengurus Pengkab PSSI Bangka tidak ngurus asosiasi atau pengurus sepakbola lain, sehingga bisa fokus membesarkan sepakbola Bangka.

"Itu benar nggak usahlah ngurus yang lain kalo mau jadi pengurus Pengkab PSSI Bangka nantinya," kata Tarmizi.


11.38 | 0 komentar | Read More

Chandra, Si Caleg Jual Ginjal Ini Tidur Bareng Tunawisma di Masjid

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Chandra Saputra (26) tidur bersama tunawisma di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/05/2014) malam. Calon anggota legislatif yang gagal menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini tidur hanya beralaskan sajadah tipis.

Berdasarkan pengamatan Warta Kota, pria kelahiran Blora, Jawa Tengah ini tidur bersama lebih dari 20 tunawisma. Tak hanya pengemis atau gembel, beberapa di antaranya warga lain yang menyempatkan istirahat di tempat Ibadah Umat Islam tersebut.

Selain itu, ia pun tidur hanya beralaskan sajadah warna hijau, yang merupakan sarana mesjid. Bahkan, untuk menghindari nyamuk, ia mengenakan sarung berwarna biru miliknya dari kampung. Tampak juga kostum yang dikenakannya adalah seragam timnas sepak bola Indonesia.

Seragam tersebut bernomor punggung sembilan dengan nama pemain Gonzalez. Selain itu, tak hanya gender laki-laki yang merebahkan tubuhnya di lantai yang cukup dingin tersebut. Terlihat beberapa wanita yang juga tidur tepat di depan pintu masuk atau batas suci mesjid.

Saat Warta Kota menanyakan tanggapannya tidur bareng tunawisma dari kawasan Menteng tersebut, ia hanya mengatakan hal tersebut baginya sudah biasa.

Ia mengakui, selama kampanye lalu ia sering bersosialisasi dan tidur bersama masyarakat yang ekonominya minim di kampungnya. "Aku udah biasa mas, dulu pas kampanye saya tidurnya bareng-bareng orang susah kok," ungkapnya.

Ia pun mengakui susah tidur lantaran banyak nyamuk di mesjid tersebut. Hal demikian berdampak baginya menjadi sulit untuk tidur. "Banyak nyamuk, aku jadi susah tidur. Gara-gara nyamuk aku tidur cuma 3 jam," kata Chandra.(RM Panji Baskhara Ramadhan)


11.38 | 0 komentar | Read More

Diwacanakan Jadi Capres, Keluarga Keraton Menolak Pencapresan Sultan HB X

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X diwacanakan sebagai calon presiden yang diusung Partai Demokrat. Sultan digadang sebagai capres dengan didampingi Pramono Edhi Wibowo sebagai cawapresnya. Meski masih sebatas wacana, Keraton Yogyakarta berharap kepada Sultan tidak menerima pinangan Partai Demokrat.

Penghageng Panitikismo Keraton KGPH Hadiwinoto dengan lugas meminta agar Sultan berani menolak usulan dari petinggi partai berlambang bintang mercy tersebut. Dia secara pribadi tidak setuju kakak kandungnya maju sebagai capres pada Pilpres 9 Juli mendatang.

Bahkan adik kandung tertua Sultan HB X ini mengatakan pencapresan kali ini hanya sia-sia saja. Dia memprediksi kalau pun Sultan maju, tidak akan bisa memenangi pertempuran di Pilpres. "Dicalonken, tapi nek mung kalah nggo opo (Dicalonkan, tapi kalau hanya untuk kalah untuk apa," ujar pria bernama kecil BRM Ibnu Prastawa ini dengan nada tanya.

Gusti Hadi, sapaan akrab KGPH Hadiwinoto mengakui, usai wacana tersebut mengemuka, belum ada pertemuan antara Sultan dengan keluarga atau internal Keraton. Gusti Hadi mengatakan, biasanya kalau ada wacana-wacana penting seperti pencapresan, Sultan langsung mengumpulkan keluarga untuk meminta masukan.

"Biasanya, kalau Ngarso Dalem (sapaan lain Sultan) memiliki hajat, selalu memanggil keluarga. Biasanya ditimbali (dipanggil). Lalu, saya dinei ngerti (diberi informasi mengenai keinginan HB X)," jelasnya.

Saat berkumpulnya keluarga tersebut, Sultan memaparkan memberikan latar belakang mengenai niatnya, seperti saat HB X berniat maju di pencapresan 2009. Ia dipanggil dan diminta memberikan masukan terhadap niat tersebut. "Kalau ada masukan dari adik-adik," tambahnya.

Gusti Hadi mengatakan, kemungkinan besar Sultan tidak bersedia dicapreskan oleh Partai Demokrat. Salah satu alasannya, Sultan tidak langsung mengumpulkan adik-adiknya untuk membahas wacana tersebut. "Mugo-mugo ora (Mudah-mudahan tidak bersedia dicapreskan)," ungkapnya.

Namun, jika nanti keluarga dikumpulkan untuk memberikan masukan, Gusti Hadi dengan tegas memilih untuk tidak menerima pencapresan tersebut. Gusti Hadi menegaskan, untuk maju Pilpres, lebih baik Sultan HB X untuk belajar dari Pilpres 2009. "Saya kira itu (pencapresan Pilpres 2009) kan perlu jadi referensi, pertimbangan. Saya juga akan memberi masukan agar tidak bersedia (dicapreskan," jelasnya.

Gusti Hadi mengungkapkan, untuk maju sebagai capres harus berhitung peluang dengan Joko Widodo (Jokowi) capres dari PDIP yang berkoalisi dengan PKB, Partai Nasdem serta Prabowo yang diusung Gerindra dan PAN.

"Ngitung medan, lapangan (menghitung peluang). Ora mung waton maju (tidak asal maju). Ya kuwi mau, dicalonke tapi nek mung kalah nggo opo (Ya itu tadi, dicalonkan tapi kalau hanya untuk kalah untuk apa," jelasnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DIY Sukedi mengatakan, pencapresan Sri Sultan HB X oleh Demokrat masih sebatas wacana. Namun, wacana itu tetap akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat. "Itu akan dibahas dalam Rapimnas minggu ini," ucap Sukedi saat dihubungi kemarin.

Demokrat menerapkan mekanisme kesepakatan maupun voting dalam untuk menetapkan capres yang akan diusung. "Tapi kalau pakai voting, DPD DIY pasti akan mendukung Sultan sebagai capres," ungkapnya.


11.38 | 0 komentar | Read More

Tarmizi: Dak Usah Bekalai Dak Usah Pake Duit

bangkapos.com/deddy marjaya

Tarmizi Saat memberikan sambutan dalam Muskab PSSI Bangka, Kamis (15/5/2014). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Tarmizi Saat dalam sambutannya di Muskab PSSI Bangka di Gedung Wanita Sungailiat Kamis (15/5/2014) mengharapkan dalam pemilihan Ketua Pengkab PSSI Bangka yang akan mengubah nama menjadi Asosiasi PSSI Kab (Asskab) Bangka berjalan dengan damai.

Menurutnya, jangan ada perseteruan antara pemegang hak suara hanya karena memilih ketua Askab Bangka. Calon juga diharapkan dapat berbesar diri tidak menggunakan uang untuk membeli suara demi menjadi ketua.

"Ku pesen sebelum pulang ikak dak usah bekelai dak usah pake duit biarlah dipilih dengan hati nurani demi kemajuan sepakbola Bangka," kata Tarmizi Saat.

Caption Tarmizi Saat memberikan sambutan dalam Muskab PSSI Bangka, Kamis (15/5/2014)


11.38 | 0 komentar | Read More

Lima Orang Calonkan Diri Sebagai Ketua Askab Bangka

bangkapos.com/deddy marjaya

Lima calon ketua umum Asosiasi PSS Kabupaten Bangka yang maju dalam pemilihan di Gedung Wanita Sungailiat, Kamis (15/5/2014) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lima calon maju sebagai Ketua Asosiasi PSsI Kabupatan (Askab) Bangka dalam muskab PSS Bangka Kamis (15/5/2014). Sebelumnya, nama Askab Bangka adalah Pengurus Kabupaten (Pengkab) PSSI Bangka.

Sesuai statuta dan aturan, PSSI namanya diubah menjadi Askab PSSI. Sementar aitu, kelima calon yang maju antara lain, Magrizan, Welly Abdulah,  Miharza Malik, Martajaya dan Gusrin. Selanjutnya para calon ini akan dipilih usai pembacaan tatib Musaskab Bangka. Sementara suarah sah yang masuk dari klub-klub yang terdaftar di PSSI Bangka sebanyak 44 suara.


11.38 | 0 komentar | Read More

Mutasi ke Belitung, AKP Joko Ucapkan Terima Kasih Kepada Kapolres

Written By Unknown on Rabu, 14 Mei 2014 | 11.37

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Usai melaksanakan sertijab, Kapolsek Sungailiat dari AKP Joko Handono kepada AKP Sarwo Edi, Rabu (14/5/2014) di halaman depan Polres Bangka, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal pamit di aula Mapolres Bangka.

Dalam sambutannya, AKP Joko Handono mengucapkan terimakasih kepada pimpinan di Polres Bangka yang telah memberikan bimbingan selama bertugas sebagai Kapolsek Sungailiat. Apa yang didapat selama bertugas sebagai Kapolsek Sungailiat akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas di tempat baru.

Sebelumnya diberitakan, AKP Sarwo Edi Wibowo menggantikan AKP Joko Handono sebagai Kapolsek Sungailiat. Pengantian tersebut ditandai dengan serah terima jabatan (Sertijab) yang dilaksanaakan di halaman Mapolres Bangka Rabu (14/5/2014), yang dipimpin Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai.

AKP Sarwo Edi Wibowo sebelumnya bertugas di Polda Kep Bangka Belitung, sementara AKP Joko Handono selanjutya akan bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Belitung. Kegiatan sertijab dihadiri oleh para perwira utama Polres Bangka dan anggotanya.

"Pergantian pejabat di tubuh Polrri merupakan hal biasa sebagai bentuk pembinaan karir dan kebutuhan organisasi," kata Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai, dalam sambutannya.


11.37 | 0 komentar | Read More

Jabat Kapolsek Sungailiat, AKP Sarwo Edi Minta Dimarahi

bangkapos.com/deddy marjaya

AKP Sarwo Edi bersama istri memberikan sambutannya dalam kenal pamit Kapolsek Sungailiat, Rabu (14/5/2014) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- AKP Sarwo Edi Kapolsek Sungailiat yang baru, dalam sambutannya di acara kenal pamit di hadapan Kapolres Bangka dan perwiran lainnya, meminta untuk dimarahi.

Menurut Sarwo, dirinya berprinsip biarlah dimarahi namun nantinya bisa menjalankan tugas dengan baik.

Sarwo yang berpindah tugas di Bangka Belitung sebelumnya lama bertugas di Korps Brimob. Setelah menjalankan tugas sekolah di PTIK dan ditempatkan di Polda Kepulauan Bangka Belitung bertugas di fungsional.

"Mohon dimarahi saya pak kalau salah biar bisa menjalankan tugas," kata AKP Sarwo.


11.37 | 0 komentar | Read More

Nanti Saya Dituduh Wagub Masuk Angin

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pertemuan Wakil Gubernur Babel Hidayat Arsani bersama GM PLN Wilayah Babel Ari Wardhana dan Manager Unit  Pelaksana Kontruksi Kitsum (Pembangkit Sumatera) 8 Arya Sidharta diwarnai gelak tawa di kantor PLTU Airanyir, Merawang, Rabu (14/5/2014).

Penyebabnya adalah Hidayat yang aktif bertanya dan memberi pendapat kerap mengeluarkan kalimat-kalimat lucu.

"Nanti saya ketemu sama yang buat PLTU ini. Saya minta tolong bapak untuk atur kontraktor dengan wagub," kata Hidayat.

"Ya pak, nanti saya usahakan. Apa kita ketemu di Jakarta," tanya Ari Wardhana.

"Nggak mau, nanti saya dituduh masuk angin oleh teman," ujar Hidayat disambut tawa wartawan dan pegawai PLTU yang hadir.

Pun ketika bangkapos.com menanyakan soal dugaan "kanibal" suku cadang di PLTU Babel kepada Arya, lagi-lagi Hidayat berkomentar.

"Bukan kanibal istilahnya, itu untuk bongkar pasang dari PLTU unit 1 ke unit 2 karena ada kerusakan. Dalam percobaan ada kesalahan," jelas Arya.

"Bukan-bukan itu masalahnya, ini barang dibeli dari China. China jangan dipercaya, saya punya kantor di China. Kita beli barang yang diberikan barang S3, eh salah barang KW3," ucap Wagub sambil tertawa.

Tidak berhenti di situ, seisi ruangan tertawa riuh saat Hidayat lagi-lagi membuat lelucon yang lucu.

"Selama enam tahun ini, ada tidak orang pemda datang ke sini. Tidak ada kan," tanya Hidayat.

"Ada pak, dari Distamben, pak Fery (Kadistamben Babel," kata Ari.

"Itu pangkatnya kolonel yang datang, dia nggak tahu apa-apa," jawab Hidayat santai.

Disela peninjauan mesin PLTU, bangkapos.com menanyakan kembali soal pangkat kolonel.

"Tapi dia kolonelnya kolonel senior," sambut Hidayat.


11.37 | 0 komentar | Read More

Salma: Pemerintah Harus Umumkan Semua Proyek Pembangunan

bangkapos.com/nurhayati

Para peserta yang terdiri dari perwakilan kabupaten/kota se-Bangka Belitung, kepala SKPD Kabupaten Bangka, DPRD, aparat penegak hukum, akademisi, perwakilan pemerintahan desa, organisasi kemasyarakatan,kepemudaan,pengusaha, LSM Lokal, kelompok masyarakat, keterwakilan perempuan dan media massa, mengikuti road show Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) Pusat dari UKP-PPP, Rabu (14/5/2014) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) Pusat dari UKP-PPP, Salma mengatakan, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus mempublikasikan semua proyek pembangunan yang dilaksanakan agar masyarakat mengetahui pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Dengan demikian masyarakat bisa ikut mengontrol dan mengawasi pelaksanaan pembangunan.

Hal ini untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan lebih luas dalam pelaksanaan belanja APBN dan APBD 2014 dan melakukan indentifikasi berbagai aspek pelaksanaan anggaran di daerah.

"Semua jalan-jalan yang diperbaiki harus dipublikasikan jadi masyarakat tahu. Tidak ada lagi yang menanam pohon pisang di tengah jalan karena masyarakat kesal tidak diperbaiki," kata Salma, saat roadshow TEPPA di Kabupaten Bangka, Selasa (14/5/2014) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.

Ia mengungkapkan, bagaimana masyarakat bisa mengerti apa yang diinginkan dan dilakukan pemerintah, jika pemerintah sendiri tidak mensosialisasikan pembangunan kepada masyarakat.

"Tentu saja nanti yang dicacimaki bupatinya. Waktu kampanye janji-janjinya selangit tetapi hanya memperbaiki jalan saja tidak becus," tegas Salma.

Dia mengatakan, masyarakat berhak mengetahui apa yang dilaksanakan pemerintah karena adanya undang-undang keterbukaan publik No 14 Tahun 2008. Untuk itu menurutnya masyarakat bisa menghubungi dengan sms melalui nomor 1708 jika ada layanan publik yang tidak beres.


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger