Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pemuda dan Objektivitas Nilai Pancasila

Written By Unknown on Rabu, 20 November 2013 | 11.37

Oleh: Rusydi Sulaiman, Dosen STAIN SAS & Direktur Madania Center Kepulauan Bangka Belitung

SUDAH maklum bahwa Indonesia adalah Negara Kesatuan yang diakui di kancah internasional, baik secara de facto maupun yuridis sebagaimana Negara-Negara berdaulat lainnya. Diantaranya karena negara ini telah memberi apresiasi kepada pemuda, dan menjunjung tinggi hal-hal yang berhubungan dengan kepemudaan. Bila diberi kesempatan, sudah pasti mereka mampu berbuat yang terbaik bagi kemajuan bangsa. Baik buruknya sebuah Negara sangat tergantung pada pemuda dan seperti apa kiprah mereka di masyarakat.

Harapannya, pemuda menjadi lebih berkualitas dari waktu ke waktu. Apalagi Negara ini diperkuat dengan landasan tertentu untuk berpijak, disamping begitu banyak tokoh yang menginspirasi pemuda untuk menjadi lebih berenergi atau berkarakter. Selebihnya pemuda membekali dirinya dengan wujud budaya/ kebudayaan dan peradaban untuk menjadi civilized-people, kemudian berbuat sebanyak-banyaknya bagi orang lain.
Namun kenyataannya tidak demikian, statemen positif diatas tidak mengindikasikan kebaikan sama sekali. Belakangan ini, begitu banyak penyimpangan disebabkan oleh pemuda. Perampokan, penggelapan, perjudian, Narkoba, dekadensi moral dan semacamnya-meraja lela dimana-mana-mengarah kepada disorganisasi social. Tentu sangat meresahkan!. Pancasila yang semestinya andalan dalam berbangsa dan bernegara dikesampingkan. Bahkan di era reformasi, pedoman dan falsafah Negara dibuang jauh-jauh. Sebagian masyarakat turut mengamini sikap tersebut. Situasi Negara menjadi carut marut, dan pemuda tidak menunjukkan jatidirinya. Semangat nasionalisme terkikis habis dan setiap yang berbau Negara dipersepsikan secara apriori-tidak mengundang greget atau sentuhan yang menggerakkan. Apresiasi perlu diberikan kepada Orde Baru yang mengagung-agungkan Pancasila, dan sebaliknya tidak pernah mentolerir siapapun yang menolaknya.
Masa muda seringkali diidentikkan dengan kekosongan, kelabilan, kegamangan, ketidakberimbangan, terlalu percaya diri, egoisme, arogansi dan narsisme. Apapun yang datang langsung diadopsi tanpa reserve-mudah masuk mempengaruhi pemuda dan meng-kooptasi mereka. Maka pemuda harus termotivasi untuk menggali potensi dalam dirinya dengan penuh semangat, mobile, aktif, dinamis, antusias dan kritis, ilmiah, objektif dan rasional. Adanya gerakan dan organisasi kepemudaan dalam sejarah Indonesia mengindikasikan bahwa pemuda mampu membuktikan peran mereka berpartisipasi membangun bangsa. Pertanyaannya, apakah semua itu dilatarbelakangi idealisme yang kuat atau sebaliknya sengaja mengkooptasikan diri?. Tidak sedikit sebenarnya apa yang dapat pemuda lakukan di usia mereka, bila sekedar ingin eksis dan diakui publik.
Solusinya adalah Pancasila. Sebagai falsafah Negara, ia memiliki nilai-nilai objektif terkandung didalamnya, yaitu: Pertama, nilai ketauhidan. Bangsa Indonesia wajib meyakini faham monotheisme, satu Tuhan, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Keesaan Tuhan yang dicantumkan dalam sila pertama Pancasila adalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang satu bagi setiap agama yang diakui di Indonesia. Dan Negara menjamin kemerdekaan setiap warga Negara untuk menganut agamanya masing-masing. Keleluasaan sikap positif dalam beragama sangat dijaga. Kedua, nilia-nilai inklusivitas, spiritualitas, humanisme/kemanusiaan, kebersamaan, demokrasi, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut bila ditanamkan dalam diri setiap individu dan disentuhkan kepada sesama di tingkat lokal dan yang lebih luas, niscaya bangsa ini akan senantiasa diapresiasi setinggi-tingginya oleh bangsa lain. Ternyata wawasan dan sikap Bangsa Indonesia tidak sempit.
Ketiga, A living and working ideology, yaitu ideologi yang dinamis dan terbuka. Pancasila diharapkan selalu up to date terhadap setiap persoalan bangsa.
Adapun nilai keempat adalah prinsip Good Governance. Sebuah Negara digagas pembentukannya oleh tokoh-tokoh yang memiliki reputasi dan integritas diri yang tinggi menuju Negara yang baik. Good Governance adalah Negara madani, sebuah Negara yang penduduknya bergelar,"civil-society". Al-farabi menyebutnya,"al-Madiinah al-Fadhilah", Negara utama. Budaya dan peradaban tinggi menjadi ciri masyarakatnya.
Dan mustahil Negara semacam ini tanpa keikutsertaan rakyat atas dasar komitmen bersama, menjunjung tinggi asas Negara Bangsa dengan perbedaan yang tegas antara urusan privat dan urusan publik, antara harta milik pribadi dan harta milik umum (Madjid,2004:120-121). Diantara prinsip-prinsip Good Governance adalah: partisipasi, penegakan hukum, transparansi, responsif, orientasi kesepakatan, keadilan, efektifitas dan akuntabilitas.
Kelima, visi demokratis modern tentang hubungan negara dengan masyarakat. Negara tidak dibangun atas dasar sikap otoriter seorang pemimpin, tetapi ada konstitusi yang melegitimasi kekuasaannya. Sinergitas antara pihak legislatif, eksekutif dan yudikatif dalam menjalankan Negara, serta partisipasi pihak-pihak yang berada di luar kekuasaan sangat penting. Negara harus bersikap demokratis terhadap rakyatnya. Keenam, persatuan dan kesatuan. Dengan dasar nasionalisme, bangsa ini harus memupuk persatuan yang erat antar sesama warga Negara tanpa membedakan suku dan golongan serta tekat yang bulat dan satu cita-cita bersama. Kebangsaan yang dimaksud adalah nasionalisme yang tidak sempit yang hanya mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain.
Namun demikian, Pancasila bukanlah agama.Ia sebatas ideologi yang bersumber dari Manusia, walaupun sempat diagung-agungkan. Pemuda yang diinginkan adalah sosok yang berkarakter; tidak sekedar memahami Pancasila, tapi nilai-nilai di dalamnya tertanam dalam jiiwa. Keberadaan diri pemuda menjadi nuansa tersendiri bagi orang lain. Pemuda tidak boleh dibiarkan kosong dan terlena dengan kekayaan yang semu serta masa muda yang bias. Tanpa karakter adalah dosa sosial setara dengan politik tanpa prinsip, kekayaan tanpa kerja keras, perniagaan tanpa moralitas, kesenangan tanpa nurani, sains tanpa humanitas dan peribadatan tanpa pengorbanan.
Bila dianalisis secara seksama, maka pendidikan merupakan media yang paling efektif dalam memperkuat nilai-nila Pancasila agar lahirkan pemuda berkarakter. Ki Hajar Dewantara menyebutkan tiga aspek dalam diri pemuda yang tidak boleh diabaikan, yaitu: budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran dan tubuh anak untuk tujuan kesempurnaan hidup. Tiga aspek pendidkkan karakter adalah: pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan dan pengembangan karakter. Aspek-aspek tersebut tidak diberikan sekaligus secara instan, tapi harus berdasarkan pada prinsip dan pendekatan program pengembangan. Yaitu: berkelanjutan, melalui semua mata pelajaran, nilai-nilai dikembangkan bukan semata diajarkan, dan dilakukan secara aktif dan menyenangkan. Karakter adalah sesuatu yang harus melekat dalam wujud-wujud kebudayaan dan peradaban manusia (wujud ideal, wujud kelakuan dan wujud material).
Pemuda berakarakter menjadi idaman. Bila terwujud, maka sosok demikian yang diharapkan mampu merubah negeri ini. Ingat pemuda!, "Be useful for all"."Berani hidup, tak takut mati. Takut mati, jangan hidup. Takut hidup, mati saja". "Sekali hidup, hiduplah yang berarti"."Hidup sekali, setelah itu mati". Apa yang diukir oleh siapapun termasuk pemuda dalam sejarah, mesti akan dikenang sepanjang masa.
Mudah-mudah apa yang kita idealisasikan tentang pemuda dapat terealisasikan dengan baik. "Young today, leaders tomorrow" adalah obsesi bangsa yang besar ini, karena pemuda adalah tiang tempat bergantungnya masyarakat.


11.37 | 0 komentar | Read More

Mempertuan Bahasa Indonesia di Negeri Sendiri

Oleh: Dwi Oktarina, Wakil II Duta Bahasa 2011 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Alumnus Sastra Indonesia UGM

SAYA masih mengingat jelas, sebuah catatan singkat pernah ditulis oleh Jean Couteau, seorang pengamat budaya Indonesia asal Perancis yang fasih berbahasa Bali dan Indonesia di sebuah harian ibu kota yang terbit pada 22 Januari 2012. Ia mengemukakan bahwa telah terjadi distorsi. Orang-orang Indonesia kebanyakan memiliki beban mental. Sebagai orang asing yang telah mendalami seni budaya Bali selama lebih dari 20 tahun dan menulis lebih dari 15 judul buku dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Indonesia, Couteau menggambarkan kekisruhan yang terjadi di masa ini. Di satu pihak, orang asing akan merasa bangga jika mampu berbahasa Indonesia dengan fasih. Sementara itu, orang Indonesia akan berusaha mati-matian terlihat "cerdas" di hadapan orang asing dengan kemampuan bahasa Inggris yang masih sangat pas-pasan. Sungguh sebuah ironi yang menyedihkan ketika kita menyadari betapa bahasa Indonesia saat ini tidak lagi menjadi tuan di negerinya sendiri.

Dewasa ini, bahasa telah mengalami sebuah perkembangan yang sangat pesat. Kemajuan zaman telah menggeser pola penggunaan bahasa di antara para pemakainya. Hal itu banyak terlihat pada penggunaan bahasa di media-media komunikasi seperti televisi atau surat kabar. Struktur dan tata bahasa yang ada terkesan tidak lazim dan cenderung bergeser dari tata bahasa baku bahasa Indonesia. Perubahan bahasa yang terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan dapat juga berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
Berbagai alasan sosial dan politis menyebabkan banyak orang menjadi salah kaprah dalam berbahasa. Kesalahkaprahan ini, dalam dunia psikolinguistik dinamakan xenoglosofilia. Contoh kecil xenoglosofilia misalnya yaitu pencampuradukan antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang digunakan dalam percakapan maupun istilah-istilah yang sering kita dengar sehari-hari. Istilah-istilah semacam busway, waterway, monorail, quick count, dan fit and proper test merupakan contoh-contoh kata yang sangat sering dipakai di media-media massa. Para politisi pun tidak ikut ketinggalan untuk menggunakan kosakata semisal stakeholder, governance, atau social responsibility. Bahasa asing yang kini mendominasi hampir seluruh aspek teknologi dan informasi berkembang sedemikian pesatnya sehingga membuat bahasa Indonesia bahkan bahasa daerah menjadi semakin terdesak dan terpinggirkan.
Dalam sejarah nasional Indonesia, bahasa Indonesia merupakan sejarah yang dapat dipandang sebagai titik balik peradaban, yakni dari peradaban kolonial berubah menjadi peradaban baru Indonesia yang merdeka dan adil, yang memandang manusia dalam kesetaraan derajat, dan berada dalam wilayah yang hendak mewujudkan kemakmuran bersama. Peradaban baru ini ditandai dengan tiga butir pernyataan yang sama-sama dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Sampai sekarang, kita terus berusaha membangun peradaban baru dan berupaya tetap tegar terhadap segala aral dalam arus perjalanan sejarah. Setiap orang dapat memberikan kontribusinya sebisa mungkin, besar atau kecil, demi perkembangan peradaban baru Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tidak bisa terlepas dari proses komunikasi yang mengharuskan seseorang berhubungan dengan yang lainnya. Bahasa merupakan ciri identitas suatu bangsa. Melalui bahasa, orang dapat mengidentifikasi kelompok masyarakat, bahkan dapat mengenali perilaku dan kepribadian masyarakat penuturnya. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh hampir seluruh penduduk Indonesia memiliki sejarah panjang dan perlu dilestarikan. Sebelum menjadi lebih modern seperti saat ini, bahasa Indonesia mengalami perubahan yang mendasar. Bahasa Melayu merupakan cikal bakal bahasa Indonesia. Pilihan untuk mengambil bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia ternyata ditunjang oleh faktor sejarah yang lain, bahwa bahasa Melayu telah berabad-abad digunakan sebagai lingua franca untuk seluruh kepulauan nusantara.
Dalam arti akademisnya, lingua franca adalah suatu bahasa yang berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi tidak berfungsi sebagai penunjuk identitas pemakainya. Penetapan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia pada tahun 1928 merupakan sebuah pembaruan besar. Secara tidak langsung, bahasa Indonesia telah dikukuhkan menjadi sebuah penunjuk identitas bangsa. Bahasa Indonesia telah menjadi sebuah alat pemersatu bagi rakyat Indonesia.
Selain bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai bahasa nasional, bahasa daerah kini juga memiliki posisi yang mengkhawatirkan. Kebudayaan majemuk yang tersebar pada tiap provinsi turut menyumbangkan bahasa daerah yang beraneka ragam. Keberagaman budaya ini menunjukkan kekhasan adat budaya masing-masing daerah yang ada. Di sisi lain, arus globalisasi semakin gencar memasuki kehidupan modern dan melunturkan semangat berbahasa daerah. Saat ini kaum terpelajar akan merasa bangga jika mampu bertutur dalam bahasa asing. Hal itu tentunya dikarenakan kebutuhan dunia pekerjaan saat ini yang menuntut para ahli memiliki kecakapan baik dalam berbahasa.
Banyak hal yang sebenarnya dapat dilakukan untuk membuat bahasa Indonesia menjadi lebih dicintai di negeri sendiri. Sebagai contoh, sebuah kegiatan dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi dan forum resmi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertajuk Kampanye Gerakan Cinta Bahasa Indonesia (GCBI) diadakan di beberapa titik keramaian pada Minggu, 17 November 2013. Alumni Duta Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2011 dan 2013 menjadi agen untuk membagi-bagikan buku Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang serta Lagu Kebangsaan kepada masyarakat secara luas.
Dengan menyosialisasikan pentingnya kedudukan bahasa Indonesia, diharapkan masyarakat menjadi lebih mengutamakan bahasa Indonesia dalam ragam komunikasi resmi. Bahasa Indonesia harus tetap berperan dalam kehidupan masyarakat. Selain bahasa Indonesia, bahasa daerah juga harus dilestarikan sedemikian rupa. Generasi muda saat ini merupakan ujung tombak pelestarian bahasa daerah yang tersebar di seluruh nusantara. Bahasa daerah bukan merupakan sebuah momok yang menakutan. Bahasa daerah merupakan sebuah aset yang harus dilindungi, dilestarikan dan dituturkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari merupakan pencerminan sikap cinta tanah air Indonesia.
Bahasa tak otomatis membentuk bangsa. Bahasa bisa datang dan pergi. Begitu pula dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Perlunya perlindungan terhadap bahasa mulai dirasakan penting ketika dunia mengarah pada penunggalan penggunaan bahasa. Dalam konteks dunia: Inggris, dan dalam konteks Indonesia: bahasa Indonesia. Keanekaragaman bahasa daerah di negeri kita tidak dirayakan, dan hubungan antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia tampak kurang baik karena bahasa daerah jadi imperior terhadap bahasa Indonesia. Mungkin perlu untuk merayakan keduanya secara berimbang dalam bentuk kebijakan yang konstruktif supaya menyatukan tidak berarti memberangus keanekaragaman yang ada.(*)


11.37 | 0 komentar | Read More

Banyak yang Tolak Satu Nama Cawagub Babel

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Gubernur Bangka Belitung, Rustam Effendi mengaku banyak menerima masukan tentang calon pendampingnya dalam pemerintahan. Masukan itu adalah penolakan terhadap salah satu nama calon Wakil Gubernur. Namun, Rustam tidak menyebutkan nama tersebut.

"Bukan saya yang menolak tetapi ada Forum Peduli Babel, LSM, tokoh masyarakat yang secara lisan dan tertulis mengajukan penolakan terhadap satu nama yang disebut-sebut sebagai calon wakil gubernur. Kalau sudah banyak yang menolak, repot saya. Dan jika dipaksakan maka bisa saja menimbulkan reaksi penolakan yang bertambah di kalangan masyarakat," kata Rustam kepada Bangka Pos, Selasa (19/11/2013).

Sementara itu, Rustam menegaskan bakal mencoret nama-nama yang diusulkan partai pengusul jika tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Aturan menyebut posisi Wakil Gubernur tergantung user atau pengguna, dalam hal ini Gubernur.

"Nanti ada empat nama yang diusulkan oleh tiga partai. Pengusulan tersebut berdasarkan kesepakatan partai pengusung, tidak bisa diusulkan masing-masing. Dari empat nama, dua akan dicoret," ujarnya.

"Dan selanjutnya dua nama yang dikehendaki akan diverifikasi oleh KPU terkait beberapa syarat administrasi seperti laporan harta kekayaan, sumber harta kekayaan. Apabila sudah diverfikasi maka kembali diserahkan ke DPRD untuk dilakukan pemilihan," lanjut Rustam.

Rustam membeberkan kriteria calon Wakil Gubernur yang diinginkannya antara lain seorang birokrat, loyal, bermoral baik, dedikasinya tinggi.

"Saya butuh seorang yang bisa kerjasama, loyal. Jangan sampai gubernur perintah A yang dilakukan C. Perlu seorang birokrat, yang moralnya baik. Sebab susah kalau moralnya tidak baik, yang bersangkutan menjadi pribadi yang ragu, karena pikiran dan hatinya tidak sejalan. Saya juga tidak butuh wakil gubernur yang asal hantam, bisa sebabkan pejabat tidak tenang bekerja," katanya.

Ditambahkan Rustam, dirinya dan PDIP tidak menolak nama-nama yang sekarang diusulkan Partai Golkar dan PKS.

"(Partai) Golkar sudah ada nama cawagub, Pak Hidayat. PKS sudah usulkan Ridwan Thalib. Saya secara pribadi tidak menolak. Partai juga tidak menolak. Tetapi mekanismenya, nama-nama yang diusulkan harus ditandatangani oleh tiga partai pengusung," tegas Rustam.
Diimbau hati-hati

Kemarin, Forum Peduli Babel, yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda, menggelar pertemuan dengan Gubernur Babel, Rustam Effendi.
Tokoh agama, KH Usman Fattan menjelaskan mereka berharap Gubernur berhati-hati dalam menentukan calon wakilnya. Menurut pria yang juga Ketua MUI Babel itu jika salah memilih maka akan berdampak pada pelaksanaan tugas dan masyarakat yang akan menikmati dampaknya.

"Kami sudah dua kali melakukan rapat, diskusi. Mereka datang ke rumah saya. Dan sudah sebut beberapa kriteria, bisa kerjasama, loyal, bermoral, berpendidikan, memiliki kemampuan. Kita doakan agar Pak Gubernur memilih wakil yang tepat," harap Usman Fattan.

Gubernur Babel, Rustam Effendi, mengucapkan terimakasih atas dukungan moril dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda terkait calon wakil gubernur.

"Terima kasih untuk masukan kriteria. Nama-nama yang diajukan diharapkan lebih dari satu sehingga tidak terkesan penggiringan opini. Saya merasa ada dukungan moril untuk menentukan wakil gubernur," kata Rustam. (j2)

VERSI RUSTAM EFFENDI
- Seorang Birokrat
- Memiliki sikap loyal
- Bermoral Baik
- Berdedikasi tinggi


11.37 | 0 komentar | Read More

Dishutbun Bagi-bagi Bibit Gratis

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Bangka Barat, bagi-bagi bibit tanaman buah-buahan secara gratis, hari ini Rabu (20/10/2013) di kantor setempat.

Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Bangka Barat Slamet mengatakan, bibit yang dibagikan ke masyarakat, dinas-dinas secara gratis, Desa Mandiri Air Belo dan sekolah-sekolah. Menurutnya, ada juga yang disiapkan untuk acara penanaman pohon dalam rangka Hari Menanam se Dunia di Parittiga.

"Bantuan bibit ini dari Dinas Hutbun dan dari BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam). Tujuannya untuk kepentingan penghijauan lingkungan. Mayoritas yang kita bagikan berupa bibit buah-buahan seperti lengkeng, rambutan, mangga dan lainnya," kata Kabid Rehabilitasi Lahan dan Hutan (RLH) dan Bina Produksi Dishutbun Pemkab Bangka Barat Slamet Taryana kepada bangkapos.com Rabu (20/10/2013).


11.37 | 0 komentar | Read More

DPRD Bangka 'Uji' Permendag dan UU di Bappebti

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, JAKARTA-- Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 32 Tahun 2013 'sedang diuji'. Keberadaan Permendag tersebut dipertanyakan karena sebelumnya ada Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2011, yang dianggap lebih dulu dan lebih tinggi kedudukannya.

Kedua produk hukum ini dipertanyakan oleh DPRD Bangka ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) RI di Jakarta, Rabu (20/11/2013).

"Tentu saja ini semua terkait dengan dunia pertimahan yang terjadi di daerah kita di Babel, khususnya di Kabupaten Bangka," kata Anggota DPRD Bangka, Mulkan di ruang tunggu Kantor Bappebti di Jakarta, Rabu (20/11/2013) pukul 09.59 WIB.

Selengkapnya baca Bangka Pos, Pos Belitung dan Babel News (BN) edisi cetak nantinya. 


11.37 | 0 komentar | Read More

Beredar BBM, Ular Sabak Melingkar di Gardu PLN

Laporan Wartawan Bangka Pos, Rudy

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah petugas perbaikan PT PLN di Pangkalpinang, Rabu, (20/11/2013), dini hari WIB mendapati seekor ular sabak yang melingkar di panel kubikel. Tepatnya di dalam gardu penghubung Jalan Theresia Pangkalpinang, Kepulauan Babel.

Hingga Rabu pagi dikabarkan sejumlah petugas mengamankan seekor ular tersebut. Ular sepanjang 3 meter tersebut lalu dimasukkan ke dalam karung untuk selanjutnya diamankan.

Sebelumnya, kabar tertangkapnya ular dalam panel gardu penghubung tersebut sempat beredar ramai di sejumlah status Blackberry Messenger/BBM diantara sejumlah karyawan PT PLN di Babel.

"Iya, saya juga dapat infonya. Teman-teman sekarang pada update status," ujar salah seorang staf karyawan PT PLN Ranting Muntok, saat dihubungi bangkapos.com, Rabu.

Sejauh ini Bangkapos.com, masih mengupaya konfirmasi ulang kepada pihak PLN wilayah Babel terkait khabar tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Rabu pagi belum diperoleh penjelasan lebih lanjut. 

Selengkapnya baca Bangka Pos, Pos Belitung dan Babel News (BN) edisi cetak nantinya. 


11.37 | 0 komentar | Read More

AKBP Imam: Penting Bagi Anak Didik Kunjungi Bangka Pos Group

Written By Unknown on Selasa, 19 November 2013 | 11.37

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala SPN Lubuk Bunter, AKBP Imam Iswanto kepada bangkapos.com mengatakan kunjungan ke kantor Bangka Pos Group sangat penting bagi para siswanya. Kunjungan tersebut masuk dalam kurikulum muatan lokal.

"Penting bagi anak didik kita di SPN untuk mengunjungi Bangka Pos Group. Kunjungan ini termasuk dalam kurikulum kita yakni masuk ke muatan lokal," ujar Imam saat mendampingi siswa SPN Lubuk Bunter mengunjungi kantor Bangka Pos Group, Selasa (19/11/2013).

Lanjut Imam, selain ke Bangka Pos, para siswa SPN juga akan diperkenalkan dengan produk lokal asal daerah Babel. Seperti bagaimana sejarah timah di Bangka Belitung dan bagaimana cara memproduksinya.


11.37 | 0 komentar | Read More

Nasdem: Pemerintah Perlu Mengkaji Ulang Hubungan dengan Australia

BANGKAPOS.COM, JAKARTA — Langkah pemerintah menarik Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema dinilai tepat. Namun, sikap tersebut semestinya dilakukan sejak awal kabar penyadapan yang dilakukan Pemerintah Australia terhadap Indonesia beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai NasDem Enggartiasto Lukito kepada Kompas.com, Selasa (19/11/2013), menyikapi isu penyadapan yang dilakukan Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat Indonesia.

Enggartiasto atau akrab disapa Enggar mengatakan, pemerintah perlu mengkaji ulang hubungan diplomatik antara Indonesia-Australia. Pasalnya, penyadapan tersebut telah menunjukkan Australia bukan negara sahabat yang dapat dipercaya dalam hubungan internasional.

"Sikap itu (penarikan dubes) sudah cukup tegas dan benar-benar dilakukan. Tapi yang terpenting, pemerintah perlu meninjau ulang hubungan diplomatik dan hubungan kerja sama antara dengan Pemerintah Australia," kata mantan Anggota Komisi I DPR itu.

Ia juga berpendapat hubungan kedua negara tak terlihat setara. Hal itu telihat dari sikap Australia yang seolah ingin lebih superior dari Indonesia dalam hal apa pun. Enggar memberi contoh pernyataan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd beberapa waktu lalu terkait keinginannya untuk menerapkan kebijakan "pulangkan perahu" menyikapi imigran gelap yang hendak masuk ke Australia.

Enggar menambahkan, Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) merupakan lembaga paling bertanggung jawab atas kasus penyadapan itu. Menurutnya, Lemsaneg seharusnya dapat mendeteksi penyadapan dengan alat yang dimiliki.

"Lemsaneg memiliki alat yang dapat mengenkripsi alat penyadapan sehingga seharusnya dapat dideteksi lebih dini," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap kali presiden menggelar pertemuan, Lemsaneg dan Pasukan Pengamanan Presiden bekerja sama memasang alat pemecah sinyal (jumper). Alat tersebut dianggap cukup efektif untuk meminimalkan penyadapan karena membuat seluruh alat komunikasi yang terdapat di sekitarnya tak dapat bekerja sesuai fungsinya.

Di sisi lain, Enggar menyayangkan langkah Lemsaneg yang sibuk mengurus persoalan pengamanan data Pemilu 2014 daripada mengurus keamanan negara.

Seperti diberitakan, menurut laporan sejumlah media asing, badan mata-mata Australia telah berusaha menyadap telepon Presiden SBY dan istrinya, Ani Yudhoyono, serta sejumlah menteri dalam kabinet SBY.

Sejumlah dokumen rahasia yang dibocorkan whistleblower asal AS, Edward Snowden, yang berada di tangan Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan harian Inggris The Guardian, menyebut nama Presiden SBY dan sembilan orang di lingkaran dalamnya sebagai target penyadapan pihak Australia.

Dokumen-dokumen itu menunjukkan bahwa badan intelijen elektronik Australia, Defence Signals Directorate, melacak kegiatan Yudhoyono melalui telepon selulernya selama 15 hari pada Agustus 2009, saat Kevin Rudd dari Partai Buruh menjadi Perdana Menteri Australia.


11.37 | 0 komentar | Read More

BPK Pusat Audit PLTU Airanyir

PANGKALPINANG, BANGKA POS - BPK RI Perwakilan Babel menanggapi permintaan Gubernur Babel Rustam Effendi untuk melakukan audit pembangunan PLTU Airanyir dan pelayanan PLN. Akan tetapi keputusan dan pelaksanaan audit akan dilakukan langsung oleh tim BPK RI.

"Permintaan Pemerintah Provinsi Babel bisa saja dilakukan oleh BPK RI Babel untuk mengaudit pembangunan PLTU. Akan tetapi karena proyek tersebut langsung ditangani oleh PLN Pusat, maka auditnya pun diserahkan dan ditangani langsung oleh BPK RI," ungkap Kepala BPK RI Babel, Agus Khotib, pekan lalu.

Agus Khotib menambahkan pemeriksaan dan audit yang dilakukan BPK RI Babel berdasarkan kewenangan, permintaan dari aparat penegak hukum.

 "Jika audit berdasarkan permintaan maka semua data-data disiapkan oleh pihak pemohon seperti audit kerugian negara berdasarkan permintaan aparat penegak hukum. Maka semua data-data perlu disiapkan oleh aparat penegak hukum," katanya. ungkap Agus Khotib. (tea/j2/chy)

Baca selengkapnya di Bangka Pos edisi cetak, Selasa (19/11/2013).


11.37 | 0 komentar | Read More

Australia Tanggapi Serius Keprihatinan Indonesia soal Penyadapan

BANGKAPOS.COM, CANBERRA — Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, Selasa (19/11/2013), mengatakan, Pemerintah Australia menyikapi "sangat serius" keprihatinan Indonesia soal penyadapan telepon oleh intelijen Australia. Sementara itu, Perdana Menteri Australia Tony Abbott menolak berkomentar lagi soal masalah penyadapan tersebut.

Indonesia telah memerintahkan penarikan Duta Besar Indonesia untuk Australia, Senin (18/11/2013), dan memerintahkan peninjauan ulang kerja sama bilateral, menyusul terkuaknya dugaan praktik penyadapan tersebut.

Intelijen Australia diduga telah menyadap telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ibu negara Ani Yudhoyono, dan sejumlah pejabat negara pada 2009. Australian Broadcasting Corp dan The Guardian melaporkan bahwa mereka memiliki dokumen dari National Security Agency yang dibocorkan Edward Snowden, yang memuat tentang penyadapan pejabat Indonesia oleh intelijen Australia.

Meski demikian, Bishop mengatakan kepada wartawan di India, Selasa, bahwa dia tak akan membahas secara terbuka isu penyadapan ini. "Kami menyadari kekhawatiran mereka (Indonesia), dan kami menanggapi mereka dengan sangat serius, tapi saya tidak akan mengomentari masalah intelijen," ujar dia.

Dubes Indonesia pulang

Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, meninggalkan ibu kota Australia, Canberra, Selasa pagi, kembali ke Indonesia. "Saya pikir penjelasan yang baik akan menjadi cara terbaik untuk meringankan masalah," kata Kesoema kepada wartawan di bandara Canberra.

Pertikaian diplomatik antara Indonesia dan Australia yang berpangkal dari bocoran dokumen Snowden ini, menjadi cobaan awal bagi pemerintahan kedua Perdana Menteri Tony Abbott di saat dia ingin mempererat kerja sama kedua negara.

Australia punya kepentingan menjalin kerja sama erat dengan Indonesia, antara lain untuk memecahkan masalah banjir pencari suaka politik ke Negeri Kanguru itu. Untuk menjangkau Australia, para pencari suaka itu harus mampir ke Indonesia.

Abbot, Selasa, menolak berkomentar secara terbuka menyikapi masalah ini dengan berkilah tak mau menyulut perpecahan dari apa yang dia sebut sebagai hubungan bilateral paling penting bagi Australia. "Jelas hari ini mungkin bukan hari terbaik dalam hubungan itu. Namun kami memiliki hubungan yang sangat baik dan kuat dengan Indonesia," kata dia.

"Tidak ada kepentingan untuk melakukan atau mengatakan sesuatu yang akan membahayakan hubungan (diplomatik dengan Indonesia) itu, dan tentu saja saya tidak akan melakukan (tindakan atau perkataan yang membayakan) itu," ujar Abbott.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa kepada wartawan di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa tanggung jawab untuk menjelaskan persoalan ini ada pada Australia. Tanggung jawab yang sama untuk membuat komitmen tak akan mengulangi penyadapan itu, ujar dia, juga ada pada Australia. "Singkatnya, ini bukan hari yang baik dalam hubungan Indonesia dan Australia," kata dia.

Sumber : AP


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger