Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Atraksi Barongsai Warnai Penutupan Festival Ceria Imlek

Written By Unknown on Minggu, 01 Maret 2015 | 11.37

Bangkapos,com/Nurhayati

Dua Barongsai Fung Yung dari Desa Rebo, Sabtu (28/2/2015) malam beraksi saat penutupan Festival Ceria Imlek, Sabtu (28/2/2015) malam di Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Barongsai Fung Yung dari Desa Rebo kembali beraksi pada penutupan Festival Ceria Imlek, Sabtu (28/2/2015) malam di Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Dua barongsai berwarna kuning dan hijau ini memainkan gerakan-gerakan barongsai dengan lincah.

Beberapa tamu diantaranya kepala SKPD dari Pemprov Babel dan Pemkab Bangka memberikan angpau kepada kedua barongsai tersebut.

Saat pembukaan Festival Ceria Imlek ini juga dua barongsai ini juga sempat mendapatkan angpau dari Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Walikota Pangkalpinang Irwansyah, Wakil Bupati Bangka Rustamsyah dan Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai Erlyanto.

Selain barongsai, lagu-lagu Mandarin juga mengawali penutupan Festival Ceria Imlek ini.

activate javascript


11.37 | 0 komentar | Read More

Orari Belitung Pasang Antena Radio Pancar Ulang

Laporan Wartawan Pos Belitung Edi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) Lokal Belitung memasang radio pancar ulang/RPU (repeater) di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung Minggu (1/3/2015).

"Repeater ini akan sangat membantu berkomunikasi karena jangkauannya lebih jauh," sebut Kustijar (YG4IFV) anggota Orari Lokal Belitung kepada Pos Belitung di sela-sela pemasangan pada Minggu pagi.

Dijelaskan, repeater ini difungsikan untuk memudahkan komunikasi udara pengguna frekuensi.

Pantauan di lapangan, antena repeater dipasang di tower milik dinas dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Sementara, RPU-nya diletakkan di belakang kantor dinas.

activate javascript


11.37 | 0 komentar | Read More

Rumdin Sekcam Mendobarat Jadi Kantor Kas Bank SumselBabel

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemkab Bangka akan mengalihfungsikan rumah dinas Sekretaris Camat (Sekcam) Mendobarat di Desa Petaling untuk dijadikan Kantor Kas Bank Sumsel Babel (BSB).

"Kita mau semua aktivitas keuangan lancar, dan bisa langsung ke bank," kata Tarmizi Saat, Bupati Bangka, usai melakukan peninjauan ke Rumah Dinas Sekcam Mendobarat di Desa Petaling, Sabtu (28/2/2015) melalui rilis Bagian Humas Setda Bangka kepada Bangkapos.com, Minggu (1/3/2015).

Diakui Tarmizi, selama ini di daerah Kecamatan Mendobarat, Puding Besar, banyak transaksi keuangan dilakukan di Sungailiat karena Bank Sumsel Babel baru ada di Sungailiat, dan Belinyu.

"Dengan adanya kantor kas ini nantinya, akan mempermudah masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan, melalui Bank SumselBabel," tukasnya.

Selain itu juga sebagai ibukota Kecamatan Mendobarat, Petaling dalam pembangunanmya sangat pesat dan maju dan telah berdiri beberapa pusat pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai dengan sekolah tinggi. "Perbankan memang sudah harus ada di Petaling ini, ada BRI, berikutnya Bank SumselBabel serta lainnya," harapnya.

activate javascript


11.37 | 0 komentar | Read More

Inilah Pangkalpinang-Sungailiat "Yamaha Touring Blue Core"

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agusnuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- CV Sumber Jadi Main Dealer Yamaha Bangka Belitung gelar Yamaha Touring Blue Core. Kegiatan dimulai Central Yamaha Bangka dengan rute perjalanannya; Pangkalpinang-Sungailiat-Pangkalpinang, Minggu (1/3/2015).

Kegiatan merupakan bagian program CSR MD Yamaha Bangka Belitung, rencananya diisi berbagai kegiatan oleh sebanyak 50 peserta dari Yamaha Riders Federation of Indonesia (YRFI).

Area Control Marketing CV Sumber Jadi MD Yamaha Bangka Belitung Oriansah menjelaskan kegiatan ini bagian progrram CSR Yamaha dalam kepedulian terhadap kampanye keselamatan berkendara di jalan raya (Safety riding).

"Kami dari CV Sumber Jadi Yamaha MD Bangka Belitung kembali menggugah kepada pengendara untuk berkampanye keselamatan berkedara (Safety Riding)," ungkap Oriansah kepada Bangkapos.com, Minggu pagi di Centra Yamaha Bangka. .

Menurut Oriansah dalam kegiatan ini CV Sumber Jadi memperkenalkan produk Yamaha New Mio M3 125 Blue Core Area Bangka Terr VI.

Sebelumnya, para Bikers, serta konsumen Yamaha Mio M3 125 dilepas dari Central Yamaha di Pangkalpinang

activate javascript


11.37 | 0 komentar | Read More

Ini Dia Guru Besar UGM Kelahiran Belitung

SOSOK seorang ayah sangat berperan dalam perjalanan karier bagi seorang Profesor Dr.rer nat Dedi Rosadi S.Si M.Sc, putra Belitung yang baru saja dikukuhkan menjadi Guru Besar Fakultas Matematika dan IPA Universitas Gajah Mada (UGM), Selasa (24/2/2015) kemarin.

Sang ayah, almarhum Madris, yag membuat Dedi kecil kala itu bercita-cita menjadi seorang menjadi seorang guru, yang kemudian menjadi dosen dalam perjalanan hidupnya. Ayahnya sendiri mengabdikan diri menjadi guru di Gantung (Belitung Timur).

"Pesan dari almarhum Bapak, jika bekerja hendaknya memberikan yang terbaik dalam mencapai
jenjang tertinggi dalam pekerjaan. Pesan inilah yang menjadi inspirasi saya untuk total mengabdi sampai menjadi Guru Besar seperti sekarang ini," kata Dedi dalam wawancara dengan bangkapos.com, melalui email Jumat (27/2/2015).

Dedi dikukuhkan menjadi seorang guru besar dalam usia yang relatif muda, yakni 40 tahun. Usulan dirinya untuk menjadi guru besar sebenarnya sudah diajukan sejak cukup lama, yakni sekitar Oktober 2009. Namun terkendala beberapa kelengkapan
administratif sehingga dibutuhkan proses cukup panjang.

Surat keputusan dirinya sebagai seorang Guru Besar turun pada tanggal 2 September 2013. Saat itu usia Dedi lebih kurang 38 tahun. Namun karena terkendala oleh berbagai kesibukan terutama mengajar, berbagai riset dan kegiatan konsultasi, konferensi ilmiah  dan kerjasama penelitian di dalam dan luar negeri, Dedi baru bisa berkesempatan untuk melangsungkan pengukuhan pada tanggal 24 Februari 2015 kemarin.

Jadwal ini sedikit meleset dari target awal untuk melaksanakan pengukuhan tepat di tanggal ulang tahunnya ke-40, di akhir Desember 2014.

"Tentunya menjadi seorang profesor di satu sisi sangat menyenangkan karena sudah mencapai jenjang tertinggi dari karir akademik sebagai dosen di Perguruan Tinggi. Namun di sisi lain menuntut berbagai tanggung jawab baru terutama tanggung jawab akademik maupun sosial yang lebih besar dibanding sebelumnya," kata Dedi tentang gelar profesor yang diraihnya.


11.37 | 0 komentar | Read More

Guru Besar UGM Asal Belitung Ini Doyan Ikan Cempedik

MENJADI seorang Guru Besar dengan segala kesibukannya, bukan berarti membuat seorang Profesor Dr rer nat Dedi Rosadi, SSi, MSc tidak bisa menyalurkan hobinya.

Putra Belitung yang dikukuhkan menjadi Guru Besar FMIPA UGM pada Selasa (24/2/2015) kemarin ini, memiliki hobi yang saling terkait satu sama lain, yakni travelling, fotografi dan wisata kuliner.

Secara kebetulan untuk traveling, dengan pekerjaan yang digelutinya memberikan kesempatan kepada Dedi untuk mengunjungi berbagai tempat baik di Indonesia maupun di luar negeri. Dengan sendirinya hobi fotografi dan wisata kulinernya tersalurkan juga disana.

"Khususnya wisata kuliner, saya sangat senang makan ikan asli Belitong. Seperti ikan cempedik, ikan baong dan ikan mingkik. Jujur saja, salah satu alasan utama pulang kampong ke Belitung selain berziarah ke makam kedua orang tua, adalah untuk kegiatan wisata kuliner. Sungguh kuliner Belitong tiada duanya di dunia ini," kata Dedi kepada bangkapos.com melalui email, Jumat (27/2/2015). (Bangkapos.com/Novita)

activate javascript


11.37 | 0 komentar | Read More

Riau Silip Usulkan Pembentukan Puluhan Dusun Baru

Written By Unknown on Sabtu, 28 Februari 2015 | 11.37

SUNGAILIAT, BANGKA POS - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM dan Pemdes) Kabupaten Bangka, M Dalyan Amri, mengatakan, honor atau gaji kepala dusun saat ini sebesar Rp 1.250.000 per bulan. Jumlah itu merupakan 50 persen dari gaji kepala desa.

"Gaji kadus saat ini sekitar Rp 1.250.000 atau setengah dari gaji kepala desa. Kalau saat ini gaji kades Rp 2.500.000. Tapi itu nanti kita lihatlah bagaimana kemampuan dari desa tersebut berdasarkan ADD-nya (alokasi dana desa)," kata Dalyan saat ditemui Bangka Pos di kantornya, Rabu (25/2).

Dia menambahkan, nanti akan dilihat apakah memungkinkan untuk gaji kadus dianggarkan dalam ADD. Nanti, jangan sampai setelah dibentuk dusun baru di Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka, ternyata kadusnya tidak memiliki gaji karena tidak dianggarkan dalam ADD.

"Karena kita dikhawatirkan soal gaji atau honor kadus yang tidak dianggarkan dalam ADD bisa menjadi kendala, karena itulah perlu ada ketersediaan dana untuk gaji kadus ini dalam ADD," ujar Dalyan.

"Tapi tetap usulan proposal pemekaran dusun dari Riau Silip yang masuk itu akan kami bahas lagi bersama pak Camat Riau Silip, untuk melihat dusun mana yang memang dianggap sudah menjadi prioritas untuk dimekarkan," lanjutnya.

Sebelumnya, Kecamatan Riau Silip sudah mengajukan pembentukan puluhan dusun baru kepada Pemkab Bangka melalui BPM dan Pemdes. Menurut mantan Camat Riau Silip, Asli, usulan tersebut disampaikan tahun lalu. "Pemekaran dusun baru dari desa-desa di Kecamatan Riau Silip sudah diusulkan, kalau tidak salah 25-26 dusun baru. Kami mengusulkannya ke Pemkab Bangka melalui BPM dan Pemdes sekitar awal November-Desember 2014 lalu," kata Asli saat dikonfirmasi harian ini, Rabu (25/2).

Asli menyebut, desa-desa di Kecamatan Riau Silip yang telah mengusulkan pemekaran dusun di antaranya Desa Riau, Pangkalniur, Mapur, Cit, Banyuasin, dan Pugul. "Yang tidak mengusulkan kemarin Desa Deniang, Desa Silip, dan Desa Berbura," kata Asli yang kini menjabat sebagai Camat Belinyu.

Ketua Forum Masyarakat Bangka Utara (FMBU), Heru Kailani, memberikan apresiasi kepada aparat desa, tim pemekaran FMBU Riau Silip, dan Kecamatan Riau Silip, yang sudah bekerja dan mengusulkan pembentukan beberapa dusun baru ke Pemkab Bangka.

"Kita berharap Pemkab Bangka melalui BPM dan Pemdes bisa secepatnya menindaklanjuti aspirasi masyarakat Riau Silip ini," kata Heru.
Pihaknya akan segera menemui kades dan tim pemekaran dusun Kecamaran Riau Silip untuk membahas kendala di lapangan sehingga beberapa desa lainnya belum mengusulkan pemekaran dusun di wilayahnya. (edw)


11.37 | 0 komentar | Read More

Polda Babel Siap Amankan Pilkada Empat Kabupaten

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Kapolda Bangka Belitung (Babel) Brigjen (Pol) Gatot Subiyaktoro memastikan jajarannya sudah siap mengamankan pemilihan kepala daerah (pilkada) di empat kabupaten di Babel.

Pihaknya jauh-jauh hari telah mempersiapkan para personel yang akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan pemilihan empat kepala daerah tersebut. Keterampilan para personel kepolisian itu pun terus diasah dengan berbagai latihan dan bimbingan.

"Kita sudah siap ngamanin pilkada di empat kabupaten di Bangka Belitung, tidak ada permasalahan, tinggal tunggu waktu pelaksanaannya saja," kata Gatot, kemarin.

Menurut Gatot, mengenai anggaran pengamanan pilkada di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Belitung Timur tersebut, pihaknya telah mengajukannya kepada masing-masing pemkab melalui polres-polres. Total anggaran yang diajukan sebesar Rp 6.231.175.000.

Rinciannya, untuk kebutuhan dana pelaksanaan pengamanan pilkada di Bangka Barat Rp 2.071.657.000, Bangka Tengah Rp 2.252.643.000, Bangka Selatan Rp 1.112.525.000 dan Belitung Timur sebesar Rp 794.925.000. "Untuk pengajuan anggarannya sudah kita lakukan, tinggal menunggu saja," beber Gatot.

Karo Ops Polda Babel Kombes Herry Nixon menambahkan, sejak saat ini jajarannya sudah melaksanakan pemantuan di daerah-daerah yang akan melaksanakan pilkada. Pemantauan dilakukan dengan mengerahkan intel di Polda Babel maupun di polres-polres.
Dengan demikian, situasi di daerah-daerah tersebut sudah dideteksi sejak saat ini. "Sekarang pun Intel kita sudah bergerak, sementara untuk pasukan pengamannya terus dilatih," kata Hery. (die)


11.37 | 0 komentar | Read More

Pembunuh Lia Diadili Tanpa Pengacara

SUNGAILIAT, BANGKA POS - Arsod alias Hendri, terdakwa pembunuhan terhadap Lia, akhirnya menjalani persidangan tanpa didampingi pengacara di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Jumat (27/2). Sidang tersebut beragendakan pembacaan surat dakwaan.

"Arsod sudah diadili dengan agenda sidang berupa pembacaan surat dakwaan, Selasa (27/2). Dia akhirnya diadili tanpa pengacara," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungailiat Supardi didampingi Jaksa Penuntut Umum Pengganti (JPUP) Milson Sabroni, saat ditemui pada acara silaturahmi di kebun jagung Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai, kemarin.

Sidang tersebut berlangsung aman meskipun dihadiri pihak keluarga korban. "Memang ada beberapa keluarga korban yang selalu memantau proses hukum perkara ini. Namun, sidang berjalan lancar, tidak ada kerusuhan," ujarnya.

Menurut Supardi, sidang perkara pembunuhan tersebut akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. "Saksinya adalah anak korban dan keponakan korban. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, Qori Oktarina," sebut Supardi mengutip keterangan JPUP Milson.

Lia tewas dibunuh di dekat kebun kelapa sawit di kawasan Bedeng Ake, Kelurahan Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, beberapa waktu lalu. Pelakunya adalah Arsod alias Hendri.

Arson ditangkap saat berada di kampung halamannya di Kabupaten Padeglang, Provinsi Banten. Sidang perkara ini sempat tertunda beberapa kali karena pengacara Arsod tak datang.


11.37 | 0 komentar | Read More

Smansa Muntok Terapkan Metode Bimbel Sebaya

MUNTOK, BANGKA POS - SMAN 1 (Smansa) Muntok telah melakukan berbagai kesiapan untuk mendukung kesuksesan para siswanya dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2015. Bahkan, persiapan sudah dimulai sejak November 2014 lalu.

Sejauh ini, SMAN 1 Muntok telah menggelar empat kali try out atau uji coba UN bagi siswa-siswinya yang akan mengikuti evaluasi standar pendidikan menengah secara nasional tersebut.

"Bila ada kesempatan akan kami tambah satu kali lagi," kata Kepala SMAN 1 Muntok, Sudarni, saat ditemui, Kamis (26/2).
Siswa-siswinya disarankan untuk bertanya jika kesulitan menjawab soal-soal try out UN. Selanjutnya, guru yang bersangkutan akan menjelaskan tahapan-tahapan penyelesaiannya.

Dalam menghadapi UN, SMAN 1 Muntok juga menerapkan metode bimbel sebaya. Dalam bimbingan belajar (bimbel) ini, siswa yang paling memahami mata pelajaran tertentu dijadikan mentor bagi teman-temannya. "Siswa yang paling kuat pemahamannya dalam pelajaran akan menjadi mentornya," ujar Sudarni.

Menurutnya, pendekatan agama juga perlu dilakukan supaya siswa-siswi bisa tenang menghadapi UN. "Khusus kelas XII, setiap Sabtu sekolah memberikan materi ESQ kepada siswa," bebenya.

Uang saku

Untuk meningkatkan semangat belajar siswa-siswinya, SMAN 1 Muntok akan memberikan hadiah berupa uang saku bagi peraih nilai sempurna pada mata pelajaran yang di-UN-kan.

"Kami akan kasih uang saku Rp 500 ribu per mata pelajaran. Contoh, siswa yang mendapat nilai sempurna ada lima orang dalam satu pelajaran, uang Rp 500 ribu dibagi lima," kata Sudarni.

Siswa kelas XII IPA SMAN 1 Muntok, Suarkamada, mengatakan, hal yang paling utama dalam menghadapi UN adalah berdoa, belajar, dan sikap optimistis.

"Untuk kesulitan pasti ada, yang penting optimis," kata Suarkamada yang bercita-cita menjadi anggota Polri.
Siswi kelas XII IPS SMAN 1 Muntok, Nadia, menyebut, dia dan teman-temannya optimistis dapat lulus 100 persen. Dirinya juga berharap sekolahnya meraih nilai rata-rata UN tertinggi di Provinsi Bangka Belitung. (n6)


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger