Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ahok Tak Ingin Terpancing Lulung

Written By Unknown on Jumat, 12 September 2014 | 11.37

BANGKAPOS.COM, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak terpancing pernyataan anggota DPRD DKI Abraham Lunggana alias Lulung, yang menyebut karier Basuki harus dihabisi.

"Membinasakan karier? Kita lihat saja siapa yang kariernya binasa," kata Basuki, di Hotel Four Season, Kamis (11/9/2014) malam.

Sebelumnya, Lulung menyatakan bahwa pernyataan Basuki tentang revisi Undang-Undang Pemilu Kepala Daerah telah melebar hingga merendahkan lembaga legislatif.

Menurut Lulung, Basuki telah memperlihatkan sikap tak beretika sebagai seorang wakil gubernur.

"Ya sudahlah, dia kan memang sudah bilang kalau aku gila. Kalau memang gila, ya sudah," imbuh Basuki soal pernyataan Lulung.

Sebelumnya diberitakan, Lulung mengancam akan mengerahkan kekuatan di lembaga legislatif untuk tak menggelar sidang paripurna pelantikan Basuki menjadi gubernur DKI Jakarta, menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi presiden.

Lulung yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta ini mengatakan, DPRD akan menggunakan hak interpelasi, alias meminta keterangan dari pemerintah, untuk memanggil Basuki.

Lewat interpelasi itu, kata Lulung, DPRD DKI akan meminta pertanggungjawaban Basuki terkait beragam pernyataan yang menyinggung DPRD. Meskipun pernyataan Basuki berlaku umum untuk semua DPRD di Indonesia, Lulung berkeyakinan bahwa yang dimaksud Basuki adalah DPRD DKI.

"Makanya kami minta Pak Ahok bertanggung jawab dengan hak interpelasi. Kami itu belum bekerja, kok Pak Ahok sudah menghina DPRD," kata pria yang sempat membuat kehebohan dengan mobil Lamborghini itu.


11.37 | 0 komentar | Read More

Ini Anak yang Paling Frontal Desak Maia Rujuk dengan Ahmad Dhani

BANGKAPOS.COM -  Dalam benak Maia Estianty sepertinya tidak ada kata rujuk dengan sang mantan suami, Ahmad Dhani. Meskipun ketiga anaknya menginginkan orangtua mereka bersatu kembali, Maia menganggap hal tersebut tidak akan menjadi kenyataan.

Pasalnya pelantun lagu 'Karena Dia' itu menegaskan kemungkinan dirinya rujuk dengan Dhani sangat kecil. Bahkan kemungkinan tersebut tidak sampai satu persen.  "Satu sampai seratus persen ada kemungkinan rujuk? Di bawah satu," ucapnya sembari tersenyum, saat ditemui di Studio AD, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (11/9).

Maia tidak memungkiri bahwa Al, El, dan Dul menginginkan dirinya bersatu kembali dengan ayah mereka. Hanya hal tersebut tidak mungkin menjadi kenyataan. "Dulu sempat anak-anak pengen aku rujuk. Sebenarnya sampai sekarang juga anak-anak pengen, bukan rujuk ya tapi damai. Kita nih sebagai orangtua kayaknya musuhan aja, capeklah. Anak-anak mungkin maunya damai," katanya.

Dalam kesempatan tersebut ia menambahkan bahwa anak keduanya, El sangatlah frontral menunjukkan sikap agar orangtuanya rujuk. Hal tersebut berbeda dengan kedua saudaranya yang lain.  "Paling kelihatan frontal sebenarnya dengan kelakuan itu El. Kalau Al itu diam dan dul lebih frontal dengan kata-kata," tutupnya. (Junianto Hamonangan)


11.37 | 0 komentar | Read More

Piranti Jurnalis TV Swasta Nasional Disita

BANGKAPOS.COM, MEKKAH - Tak hanya mengubah sistem administrasi haji lewat e-Hajj, pemerintah Saudi Arabia juga memberlakukan regulasi baru untuk proses pengambilan data calon jemaah haji di bandara, baik Bandara International King Abdul Aziz (Jeddah) maupun Bandara Prince Muhammad Abdul Aziz (Madinah). Namanya e-Passport.

Dengan e-Passport ini, proses pengambilan data memakai alat khusus yang disinkronkan dengan data jemaah saat pembuatan visa di tanah air. Penerapan e-Passport ini melibatkan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Kemenlu Saudi dan imigrasinya di bandara.

Terkait dengan proses yang dijalani Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Mekkah di bandara Jeddah, ada pengalaman menarik sekaligus 'memilukan' yang dialami dua orang wartawan media televisi nasional saat menjalani proses keimigrasian di bandara International King Abdul Aziz Jeddah.

419 orang petugas PPIH Daerah Kerja Mekkah diberangkatkan dalam dua penerbangan. Yaitu 31 Agustus 2014 pukul 11.45 WIB dan 16.30 WIB. Pertimbangannya adalah kapasitas pesawat.

Saat itu, rombongan pertama yang terdiri dari 45 orang, tiba di bandara International King Abdul Aziz Jeddah, pukul 17.30 Waktu Arab Saudi. Karena jumlah yang relatif sedikit, proses di keimigrasian bandara berlangsung singkat. Tentunya ada juga faktor e-passport yang membuat prosesnya lebih cepat.

Namun peristiwa tak terduga menimpa dua wartawan televisi terkemuka. Saat menjalani pemeriksaan barang bawaan via x-ray, petugas melihat ada kamera besar jenis Sony PMW 150. Kamera itu sengaja tidak dimasukkan dalam tas dengan alasan prosedur operasional standar.

Petugas lalu menanyakan izin membawa kamera tersebut. Dengan mencampur bahasa Inggris dan 'bahasa Tarzan' karena tidak bisa berbahasa Arab, wartawan itu menjelaskan bahwa mereka telah membawa izin dari medianya. Namun petugas bandara meminta izin resmi dari pemerintah Saudi Arabia.

Tak bisa menunjukkan izin yang dimaksud, keduanya lalu dibawa ke ruang bea cukai (customs) bandara. Belakangan, Kasi Media Center Haji Daker Mekkah, Rosidin Karidi, juga ikut mendampingi. Ternyata, pihak bandara tak bergeming.

Masalah tak berhenti di sana. Belakangan petugas juga memeriksa tas wartawan itu, dan menemukan piranti canggih untuk siaran langsung televisi, bernama Aviwest. Piranti berharga ratusan juta rupiah ini mereka curigai untuk kepentingan militer.

"Mereka mengira Aviwest itu teknologi militer BGAN milik pemerintah Israel. Kami jelaskan Aviwest adalah alat untuk melakukan siaran langsung dan mengirim file, yang menggunakan data internet lokal. Namun tetap saja mereka tidak menerima dengan pertimbangan belum ada izin dan curiga itu teknologi militer," kata salah satu wartawan.

Akhirnya, pihak bandara memutuskan menyita kamera dan Aviwest. Pusinglah dua wartawan itu. Setelah menerima surat penyitaan, mereka 'putar otak' sekeras-kerasnya untuk bisa mengambil kembali 'peralatan tempur jurnalistik' itu.

Keesokan harinya, tim Media Center Haji (MCH) mencoba berkomunikasi dengan pihak kantor Tata Usaha Haji (TUH) Indonesia di Jeddah. Setelah melalui beberapa tahapan, terbitlah surat dari TUH. Namun surat itu rupanya 'kurang sakti'. Beberapa hari bolak-balik ke bandara, tidak ada perkembangan berarti.

Akhirnya informasi ini sampai pada pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah. Pada ikhtiar selanjutnya, kedua wartawan itu didampingi Kurniawan, Protokoler di TUH yang juga pegawai di KJRI, yang paham medan dan fasih berbahasa Arab.

Mereka kemudian menemui General Commission for Audiovisual Media, Kingdom of Saudi Arabia, Mohammaed Ali Al-Amri. Setelah dua kali pertemuan dilakukan, Al-Amri meminta mereka menemui atasannya.

"Kami lalu menemui Dirjen Ministry of Culture and Information Kerajaan Saudi Arabia. Alhamdulillah beliau memberikan surat yang isinya kamera bisa kami bawa. Namun untuk Aviwest, mereka masih menunggu konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi di Riyadh," kata wartawan itu.

Kedua wartawan itu mengaku lega, untuk sementara, dengan kondisi ini. Minimal, kamera seharga Rp 60 jutaan untuk bekerja sudah dipegang. Tim redaksi di Jakarta juga sudah memahami dan terus mendukung. Namun mereka masih 'berharap-harap cemas' karena Aviwest belum juga kembali.

"Sementara ini kami menggunakan aplikasi Mirial dan Skype untuk siaran langsung. Yah, mau bagaimana lagi. Kualitasnya tentu di bawah Aviwest. Semoga pemerintah Saudi segera mengizinkan kami membawa alat yang sangat kami butuhkan itu," katanya. Hingga Kamis (11/9/2014) malam waktu Saudi, Aviwest belum juga dikembalikan.

Tentang e-passport, Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia Ahmad Jauhari, kepada tim Media Center Haji (MCH) Jeddah, mengatakan sistem ini akan mampu memangkas durasi waktu di bandara. (Kholish Cered)


11.37 | 0 komentar | Read More

JK Sebut Sikap Ahok Keluar Gerindra Tak Elok

Tribunnews/Dany Permana

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan kepada wartawan terkait sikapnya yang mundur dari Partai Gerindra di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014). Ahok menyatakan mundur karena sikap Gerindra yang mendukung pemilihan kepala daerah (Pilkada) kembali dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tak lagi sejalan dengan dirinya. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Keputusan untuk keluar dari partai Gerindra yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus menuai pro dan kontra. Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) pun ikut angkat bicara mengenai hal tersebut.

Menurut JK sikap Ahok tersebut dirasa kurang elok karena berpotensi membuat orang lain tidak percaya kepada dirinya.

"Waktu itu saya yang kasih masukan. Kita menghargai pilihannya, walau pindah partai kurang elok, nanti orang tidak percaya," katanya kepada wartawan di kediamannya, di Jalan Brawijaya nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014).

JK pun memberikan saran kepada Ahok agar dalam menjalani tugas sebagai pemimpin bisa lebih mengontrol dirinya sendiri dan tidak memilih mengucapkan kata-kata kasar.

"Ahok cari musuh yang tak perlu, yang tak perlu dimarahi, dimarahi. Pemimpin kata-katanya harus lebih dikontrol. Boleh tegas asal tidak kasar," ujar JK.


11.37 | 0 komentar | Read More

Pangkalpinang Raih Emas Jalan Cepat 20 KM untuk Kategori Putra-Putri

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BELITUN -- Atlet jalan cepat Pangkalpinang tak terkalahkan di cabang olahraga atletik nomor jalan cepat 20 Kilometer. Baik putra mau pun putri, atlet jalan cepat Pangkalpinang menjuarainya, sama-sama meraih emas.

Rendra Wahyudi dari Pangkalpinng berhsil menjadi yang tercepat di jalan cepat. Dia membukukan waktu selama 2 jam 02 menit 01 detik, melahap lintasan jalan santai di Kantor Bupati Belitung Timur, di Porprov IV Babel, Jumat (12/9/2014).

Sementara, medali perak di apatkan Wahyu Budi Setiawan dari Pangkalpinang dan Karnadi dari Belitung dengan memperoleh perunggu.

Sedangkan di nomor putri, Euis Suratia dari Pangkalpinang juga memperoleh emas. Sementara perak di raih Hafiza Awanda dari Bangka dan perunggu didapatkan Sri Radita Bangka Tengah.


11.37 | 0 komentar | Read More

Rama Tambah Emas Lagi untuk Pangkalpinang

Laporan Wartawan Bangk Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Rama Januarti kembali meraih emas di lintasan atletik pada Porprov IV Babel, Jumat (12/9/2014) pagi. Atlet putri Pangkalpinang ini menjadi yang tercepat di lari 100 meter gawang.

Pencapaian luar biasa bagi Rama ternyata ini kali pertamanya ikut PORPROV. Sehari sebelumnya, dia juga telah meraih emas di nomor lari 400 meter gawang.

Sementara Bangka Tengah, menambah peraknya melalui Kurniawati dan Dera Kameka, atlet Pangkalpinang juga mendapatkan perunggu.


11.37 | 0 komentar | Read More

Ahok Tolak Permintaan Hashim Soal Pengunduran Diri

Written By Unknown on Kamis, 11 September 2014 | 11.37

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menolak permintaan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo untuk menunda pengunduran diri dari partai berlambang burung garuda itu. Basuki mengaku, prinsipnya bersama Partai Gerindra sudah berbeda.
 
"Saya sudah ketemu Pak Hashim, dan dia bisa memahami. Hanya beliau merasa, ditunda saja untuk berdiskusi dulu di DPP, baru mundur. Tapi, menurut saya, diskusi sudah tidak ada guna," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Ia kemudian meminta maaf kepada Hashim karena tidak dapat menuruti permintaannya. Basuki mengaku berani mengambil keputusan ini, walaupun nantinya Partai Gerindra akan mengusungnya kembali menjadi calon Gubernur di Pilkada DKI 2017. Ia lebih memilih mengundurkan diri dan menjadi kepala daerah atas pilihan rakyat, daripada dipilih oleh segelintir anggota DPRD.

Basuki mempertanyakan pembelaan Koalisi Merah Putih atas perjuangan pengesahan RUU Pilkada. Partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Merah Putih menganggap bahwa kepala daerah merupakan hasil musyawarah mufakat legislatif atau seperti tertanam pada sila keempat Pancasila.

"Kalau anda mengatakan seperti itu, berarti saya juga mengatakan pemilu presiden tidak boleh dipilih langsung. Semua parpol yang mendukung pemilihan langsung, harusnya meminta kader partainya yang sudah jadi kepala daerah, mengundurkan diri. Itu baru konsisten," kata Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok itu memutuskan untuk mundur dari Gerindra karena berbeda pendapat atas polemik revisi RUU Pilkada. Partai Gerindra bersama parpol lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih mendesak agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak lagi diselenggarakan secara langsung dan dipilih oleh DPRD setempat. Dengan alasan biaya tinggi, kepala daerah banyak terjerat korupsi, serta kekacauan di beberapa daerah saat Pilkada berlangsung; Koalisi Merah Putih terus berupaya agar RUU Pilkada itu disahkan.

Sementara, Basuki menganggap RUU Pilkada itu telah menghilangkan makna demokrasi dan reformasi yang tertanam di Indonesia. Menurut dia, pemilihan kepala daerah oleh DPRD, hanya menjadikan kepala daerah menjadi "sapi perah". Kepala daerah nantinya hanya mengutamakan kepentingan anggota dewan dibanding kepentingan rakyat.

Sesuai AD/ART partai politik, kader harus menaati seluruh keputusan partai. Jika kader tidak bisa menaati keputusan tersebut, harus keluar. Maka, sebagai konsekuensi politik itulah pria yang akrab disapa Ahok itu memutuskan hengkang dari partai besutan Prabowo Subianto itu. Basuki pun telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada DPP Gerindra, pada Rabu kemarin. Pihak Gerindra pun telah menerima pengajuan diri Basuki itu. Di sisi lain, Basuki menolak untuk masuk partai politik manapun dan memilih fokus membenahi Ibu Kota selama tiga tahun sisa pemerintahannya.


11.37 | 0 komentar | Read More

Razia Mendadak Mengejutkan Pengguna Jalan

- Langsung Sidang di Tempat
- Pengendara Berharap Aparat Juga Ditilang

SUNGAILIAT, BN - Satlantas Polres Bangka menggelar razia gabungan di Kawasan Pepabri Sungailiat, Rabu (10/9). Razia ini melibatkan Satlantas Polres Bangka, Pom AL, PM AD dan Dishub Bangka.

Kegiatan razia mendadak ini mengejutkan para pengendaran karena jumlah petugas yang dilibatkan dari berbagai instansi. Selain melaksanaakn razia gabungan juga dilaksanakan sidang ditempat bagi pengendara yang terjaring razia.

"Razia gabungan ini kita gelar untuk melihat pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat sipil maupun TNI/Polri," kata Kasat Lantas AKP Agung Asmara. Para pengendara yang terjaring razia langsung menemui petugas Satlantas Polres Bangka untuk mengambil tilang.

Selanjutnya surat bukti tilang diserahkan ke meja sidang yang dilengkapi dengan hakim, jaksa dan paniter PN. Hakim kemudian memanggil pelanggar untuk duduk dikursi pelanggar. Selanjutnya kesalah pengendaran kembali dibacakan ulang dan dikenankan denda. (Die)

Selengkapnya Baca Babel News Edisi Cetak Kamis (11/9/2014)


11.37 | 0 komentar | Read More

Babar Raih Emas di Cabor Cakram Porprov

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Lemparan cakram atlet Bangka Barat menjadi yang terjauh. Emas pertama di cabang ini berhasil diamankan atlet atas nama Dwi Riski Ambarwati Bangka Barat.

Dwi pun berhak memperoleh emas. Lemparannya sejauh 28,93 meter memastikan emas untuknya.

Sementara medali perak diperoleh Juni Kartika kontingen Pangkalpinang dan perunggu diraih Mariana dari Belitung.


11.37 | 0 komentar | Read More

Ade Simpan 1,5 Gram Sabu Dalam Peci

SUNGAILIAT, BN - M Ade Sulaiman (33), terdakwa kasus narkoba mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang. Warga Jl Psing Kenayan Karanganyar Gandus Palembang Sumsel itu didakwa dengan tuduhan sebagai pemasok atau penyalahguna narkotika di Pulau Bangka.

Kasi Intel (PPID) Kejari Sungailiat Andi AU kepada BN, Rabu (10/9) mengaku telah menjerat terdakwa M Ade Sulaiman menggunakan Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009.

Menurut Andi, terdakwa lulusan STM itu mulai ditahan Penyidik Polres Bangka sejak 26 April 2014 lalu. "Dalam surat dakwaan yang telah kita bacakan disebutkan terdakwa M Ade Sulaiman alias Ade pada Hari Rabu Tanggal 23 April 2014 sekira Pukul 13.00 WIB atau setidak tidaknya pada waktu lain dalam Bulan April 2014 bertempat di Jl Batintikal Airuai Kecamatan Pemali Bangka atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Sungailiat. Bahwa terdakwa tanpa hak dan melawan hukum menawarkan narkotika untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam juial beli, nenukar atau menyerakan narkotika gholongan I," kata Andi,didampingi JPU Freddy RH.

Perbuatan tersebut lanjut Andi, dilkakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut.

"Berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di suatu rumah berada di Jl Batintikal Airuai Kecamatan Pemali Bangka. Kemudian saksi Burhan Prasetyo (Anggota Polres Bangka), Saksi M Ali Wardana (anggoa Polres Bangka) dan Saksi Fatuh Apriyan (Polres Bangka) langsung menuju ke alamat yang dimaksud dengan melakukan pengintaian. Selanjutnya tidak berapa lama kemudian datang terdakwa (M Ade Sulaiman) berboncengan dengan Saudara Rudi (DPO) dengan mengunakan sepeda motor Mio warna hitan menuju ke sebuah rumah di Jalan Batintikal. Ketika terdakwa turun dari sepeda motort Mio warna hitam langsung menuju ke suatu rumah yang kemudian dihampiri oleh saksi Burhan Prasetyo, M Ali Wardana dan Fatuh Apriya," kata Andi mengutip dakwaan yang dibuat oleh JPU Freddy RH. (fly)

Selengkapnya Baca Babel News Edisi Cetak Kamis (11/9/2014)


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger