Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Opini: Middle-Income or Poverty Trap?

Written By Unknown on Kamis, 03 April 2014 | 11.37

Rostamaji Korniawan, Analis Ekonomi dan Sosial

Indonesia termasuk negara yang berada pada lower-middle-income-economies. Bersama - sama dengan Laos, Vietnam, Filipina, dan Timor Leste, Indonesia memiliki income per kapita diantara $1,026 dan $4,035. Sementara itu, Malaysia dan Thailand merupakan dua negara di Asia Tenggara yang memiliki level income diatas dari kelima negara yang telah disebutkan sebelumnya. Namun demikian, seluruh negara Asia Tenggara tersebut berada pada middle-income-level, kecuali Singapura, Brunei Darrusalam, Myanmar, dan Kamboja. Singapura dan Brunei Darrusalam berada pada high-income-level, sedangkan Myanmar dan Kamboja berada pada low-income-level.
Saat ini, Indonesia berusaha untuk keluar dari middle-income-trap yang selalu menjadi hangat perbincangan publik, baik dikalangan ekonom maupun masyarakat secara luas yang bukan dari kalangan ekonom. Untuk keluar dari jebakan ini, sebuah negara memerlukan usaha yang keras, sehingga income per kapita yang mereka miliki saat ini dapat bergerak naik menuju income level yang sesuai dengan harapan setiap bangsa, yaitu high-income-level.
Kenaikan income per kapita menunjukkan bahwa setiap masyarakat memiliki pendapatan jauh lebih besar, sehingga mereka layak untuk menyandang predikat sebagai masyarakat yang memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi. Namun apakah demikian adanya? Sudah banyak yang menyakan bahwa income per kapita tidak menggambarkan realitas yang sebenarnya. Jurang perbedaan income yang tinggi dan kemiskinan merupakan salah satu perbedaan realitas yang dipertanyakan diatas. Kemiskinan masih menjadi wajah yang seringkali ditutupi oleh negara - negara maju sekalipun. Kemiskinan bukan merupakan pernyakit masyarakat, hanya saja kemiskinan ada karena adanya kesenjangan dalam mendapatkan pendapatan yang merata.
Pengurangan kemiskinan menjadi target disetiap negara, yang secara internasional telah dituangkan didalam Millenium Development Goals (Tambunan, 2008) milik the United Nations. Indonesia sebagai salah satu anggota the United Stations secara terbuka mendukung program tersebut dimana pelaksananaanya telah dilakukan dengan dengan berbagai cara, seperti pemberian bantuan langsung tunai, pemberian beras miskin, pendidikan, kesehatan, pembangunan perumahan rakyat, meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri sipil, pemberian kredit mikro, peningkatan kesejahteraan buruh, bantuan bagi penyandang cacat, dan peningkatan mutu pelayanan publik.
Pemberian bantuan langsung tunai selalu diberikan ketika ada kebijakan pemerintah yang dapat memberikan dampak terhadap penurunan daya beli masyarakat kecil, sehingga pemerintah memandang perlu untuk memberikan bantuan langsung tunai bagi masyarakat yang dikategorikan sebagai keluarga miskin dan keluarga pra sejahtera.
Disamping program pengentasan kemiskinan, kemampuan pemerintah menjaga stabilitas  ekonomi saat ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah sudah dapat menilai bahwa hubungan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat peningkatan stabilitas ekonomi. Namun, disaat pemerintah sudah merasa optimis dengan perkembangan ekonomi yang terjadi akhir - akhir ini, timbul permasalahan baru dimana proyeksi Bank Dunia menetapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,3 persen, jauh dibandingkan dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang lalu. Bagi pemerintah, proyeksi pertumbuhan ekonomi merupakan pemacu bahwa pemerintah masih tetap yakin untuk menyakinkan masyarakat bahwa ekonomi masyarakat akan tetap berkembang seiring dengan perbaikan pola pemerintahan dan pola perilaku masyarakat. Hal ini setidaknya bisa memberikan gambaran kepada masyarakat lainnya bahwa mereka dapat membebaskan diri dari belenggu kemiskinanan.

Teknologi dan kemiskinan
Untuk mencegah sebuah negara berada pada middle-income-trap tentu membutuhkan sebuah kerangka pengendalian makro dari pembangunan ekonomi dan masyarakat Indonesia. Keluarnya suatu negara dari middle-income-trap tentu akan mempengaruhi tingkat kemiskinan negara tersebut. Hal ini menyiratkan bahwa middle-income-trap dan proverty-trap merupakan dua sisi yang berbeda dari sebuah mata koin yang saling berhadapan, sehingga satu sisi mata koin tersebut akan mempengaruhi satu sisi yang lain dari mata koin yang sama.
Terbebasnya satu negara dari middle-income-trap juga akan membebaskan negara tersebut dari proverty-trap.  Asian Development Bank (ADB) dalam rilis informasi yang disampaikan kepada publik menyebutkan 15 negara berada pada middle-income-trap dimana indikasi pertumbuhan ekonomi berjalan lambat. Malaysia, Filipina, dan Thailand termasuk ke-15 negara tersebut. Apabila Indonesia mampu meningkatkan kapasitas produktivitasnya, bukan tidak mungkin Indonesia akan keluar dari middle-income-trap.
Dengan statusnya yang telah keluar dari middle-income-trap, Indonesia dapat bersaing dengan negara - negara yang telah memiliki high-economy value. Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi negara yang mampu meningkatkan performance untuk memberikan stimulus kepada negara low-income country untuk mengikuti jejak Indonesia.
Untuk keluar dari middle-income-trap, masih menurut ADB, pemerintah harus melakukan pendekatan yang menarik dimana penciptaan lingkungan usaha yang kondusif memungkinkan masyarakat dapat berkreasi dengan baik. Sedangkan dari pihak masyarakat, pengusaha pada khususnya, bisa menciptakan sebuah inovasi, sehingga hasil yang diproduksi mampu memberikan nilai tambah. Nilai tambah yang diperoleh dari kreativitas dan inovasi dapat terlaksana jika pemerintah maupun masyarakat dapat menginvestasikan dana tersebut pada kegiatan pendidikan dan research and development.
Dukungan terhadap research and development memang dapat membuktikan bahwa penelitian dapat mendorong masyarakat untuk menciptakan sebuah sistem atau pun produk yang dapat memudahkan manusia dalam menjalankan kegiatannya serta memenuhi kebutuhannya. Melihat hal ini, tentu pengembangan research and development tak lepas dengan perkembangan teknologi, sebab teknologi yang ada saat ini telah membawa negara - negara maju menjadi benchmarking bagi negara lain dengan komoditas mereka yang memiliki nilai tambah.
Amerika Serikat dan negara - negara Eropa merupakan negara benchmarking tersebut. Dari ilustrasi dukungan research and development sampai pada pengembangan teknologi yang up-to-date diatas menjadi penilaian bagi kita bahwa pengembangan teknologi pada dasarnya  mampu menurunkan tingkat kemiskinan, sehingga baik middle-income-trap maupun poverty trap dapat kita hindari.  (*)


11.37 | 0 komentar | Read More

Opini: Ketidakharmonisan Kepala Daerah dan Wakilnya

Riswardi, MPd, Penggiat Sosial Kemasyarakatan Asal Belinyu

Isu  ketidakharmonisan hubungan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah menghampiri Bangka Belitung beberapa waktu lalu.  Sebuah isu liar yang bisa berdampak politik yang apabila tidak dapat dikelola dengan baik oleh kedua belah pihak akan berdampak buruk bagi rakyat dan bagi para pihak yang berseteru itu sendiri.

Beberapa analis bahkan menyebut bahwa perceraian di tengah jalan antara kepala daerah dan wakilnya lebih identik dengan hukum karma yang senantiasa akan selalu berulang dengan motif dan gaya yang sama.

Sebenarnya, ketidakcocokan relasi antara kepala daerah dan wakilnya bukanlah hal baru. Sejarah telah mencatat bahwa di Indonesia selalu terjadi persaingan untuk memperebutkan pengaruh, simpati, dan kekuasaan antara kepala daerah dan wakilnya.

Hal ini sangatlah logis mengingat umumnya porsi kepala daerah dan wakilnya diisi oleh pucuk pimpinan partai yang tidak saja membawa misi pribadi, namun pastinya membawa titipan pesan partai agar dirinya yang menjadi orang normor satu.

Untuk pasangan kepala daerah dan wakilnya yang variatif, di mana salah satunya berasal dari birokrasi atau independen dan satunya berasal dari partai politik, persaingan untuk dominan dalam berkuasa pasti akan semakin seru karena secara politis, partai pendukung tentu akan berusaha untuk "menjaga" agar pimpinan daerah asal partainya selalu tetap dominan.

Menilik penyebab keretakan hubungan antara kepala daerah dan wakilnya bila dikaitkan dengan regulasi perundang-undangan, secara tegas dan jelas di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pada Paragraf Dua tentang Tugas dan Wewenang serta Kewajiban Kepala Kepala  daerah dan Wakil Kepala Daerah, Pasal 25.

Menilik aturan main dalam Pasal 25, 26 dan 27 UU Nomor 32 Tahun 2004 di atas jelaslah bahwa antara Kepala Daerah dan Wakilnya telah diatur tugas dan kewenangan masing-masing. Apabila ketiga pasal tersebut dilaksanakan secara konsisten sejak awal, tentu "perceraian" di tengah jalannya pemerintahan akan dapat dicegah.

Dalam konteks ini, kita perlu secara arif menilai bahwa perbedaan pendapat  dalam mengelola sebuah pemerintahan di daerah adalah sebuah keniscayaan mengingat bahwa secara personal, seorang kepala daerah dan wakilnya adalah manusia biasa yang memiliki karakteristik personal yang berbeda dan "pasti" dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya pendidikan, pengalaman, gaya kepemimpinan, dan terakhir yang paling berpengaruh adalah "sensitivitas politik".
Pertanyaan terbaik untuk dimunculkan dalam konteks pemecahan masalah yang berpotensi "membahayakan tata kelola pemerintahan sehingga akan mengganggu pelayanan publik" adalah bagaimanakah sikap dan posisi kita dalam menyikapi polemik "perceraian kepala daerah dan wakilnya"? Sebagai sesama penduduk negeri Melayu Bangka Belitung yang senantiasa menjunjung tinggi etika dan norma ketimuran, penulis menyarankan agar para pihak yang  bertikai, para pihak yang berwenang mendamaikan; dan masyarakat kedua daerah yang ikut menyaksikan mengambil sikap sebagai berikut.
Pertama, baik Bupati dan Wakil Bupati agar cooling down untuk mendinginkan suasana. Islah dalam Islam atau musyawarah dalam kemelayuan kita hendaknya kita dahulukan, ketimbang mempertontonkan egosentrisme masing-masing. Pada kondisi inilah, para elit partai pendukung kedua pasangan Bupati-Wakil Bupati agar berupaya untuk berkomunikasi secaara positif untuk mengambil jalan tengah agar diperoleh win-win solution yang menguntungkan kedua belah pihak. Ada pepatah nenek moyang dahulu bahwa kearifan tertinggi seorang pemimpin itu bukanlah dinilai nyata saat ia menghadapi situasi yang normal dan kondusif. Kepiawaian seorang pemimpin itu akan terlihat aslinya saat ia dihadapkan pada sebuah konflik yang menyentuh ego pribadinya sendiri. Masih dalam filsafat kemelayuan kita bahwa "mengalah untuk menang" terkadang lebih mulia ketimbang "menang untuk tidak mengalah selamanya."
Kedua, sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur beserta pimpinan daerah lainnya (Ketua DPRD, Kapolda. Kajati, Danrem) perlu ikut memotivasi para pihak yang bertikai agar dapat kembali duduk bersama untuk memikirkan kepentingan pembangunan dan kepentingan rakyat yang jauh lebih besar dan lebih bernilai ketimbang kepentingan pribadi atau hasrat berkuasa yang dalam praktiknya sering kali mengatasnamakan kepentingan rakyat luas.
Dalam konteks ini, kiranya Gubernur dapat memfasilitasi  pertemuan antara Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota untuk membahas berbagai persoalan kekinian sekaligus ajang silaturahmi untuk lebih merekatkan hubungan psikologis para pihak.
Terakhir, masyarakat kedua daerah di Basel dan Bateng hendaknya tidak terpancing oleh kisruh kepala daerah dan wakilnya. Justru sebaliknya, masyarakat perlu memberikan dukungan moral kepada pimpinan mereka agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui cara-cara yang santun dan bermartabat. Menjelang pemilu legislatif yang jauh lebih penting, kiranya semua pihak dapat menahan diri dan agar lebih fokus untuk menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi yang tinggal beberapa hari lagi digelar. Selamat berdamai untuk kepentingan pembangunan dan nasib rakyat kite!. (*)

Simak berita lengkapnya di Bangka Pos/Pos Belitung/Koran BN edisi cetak


11.37 | 0 komentar | Read More

Tribun Bali Edisi Perdana Hadir Hari Ini

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Ketut Sudiani

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -  Harian Pagi Tribun Bali, Group Kompas Gramedia, syukuran atas terbitnya edisi perdana di Bentara Budaya Bali, Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Ketewel, Gianyar, Rabu (2/4/2014).

Edisi perdana cetak Tribun Bali akan hadir menyapa masyarakat mulai, Kamis(3/4/2014).

"Kita berkumpul, memanjatkan syukur dan berdoa bersama untuk  keselamatan peluncuran perdana. Semoga besok program yg disusun berjalan lancar. Ya, hari ini cerah, semoga dibukakan pintu lebar untuk Tribun Bali,"kata Direktur Group Of Regional Newspaper, Herman Darmo.

Sebagai regional newspaper, Tribun Bali hadir sebagai koran ke-28 yang berada di bawah payung Group Kompas Gramedia yang menyebar dari Banda Aceh hingga ke Manado dan Kupang.

Tribun yang menyebar di 19 kota di Indonesia sebagian besar lahir setelah era reformasi dan usianya terbilang muda.

Herman Darmo menyatakan Tribun kini telah mampu menjadi market leader baik dari sisi bisnis maupun sosial politik.

"Semoga Tribun Bali segera menyusul dalam waktu dekat dan mampu membawa spirit baru untuk Pulau Dewata," tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Gianyar yang diwakili asisten III, I Wayan Sudamia SH MH mengungkapkan Harian Tribun Bali di bawah naungan media yang berpengalaman, akan dapat dikelola dengan baik.

"Berita yang disajikan tentu akan lengkap, cakupannya lebih luas dan bermutu. Tribun Bali akan dapat bersaing dengan sehat, eksis dan dicintai pembacanya," jelasnya.

Simak berita lengkapnya di Bangka Pos/Pos Belitung/Koran BN edisi cetak


11.37 | 0 komentar | Read More

Tribun Bali Hanya Rp 1.000 Bli

BANGKAPOS.COM, DENPASAR- Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika bersama Kapolda Bali Irjen Pol AJ Benny Mokalu, dan jajaran muspida Bali dan muspida Denpasar, dan Pemerintah Kabupaten Badun, hari ini secara bersama-sama meluncurkan koranTribun Bali di Pulau Dewata, Kamis(3/4/2014).

Prosesi tersebut ditandai dengan dijualnya koran Tribun Bali seharga Rp 1.000 per eksempar.

Pada kesempatan tersebut, Director of Regional News Papar Kompas Gramedia H Herman Darmo bersama para pejabat lainnya, serta staf secara langsung menjajakan koran Tribun Bali.

"Koran Tribun Bali Bli, hanya Rp 1.000 saja,"kata Sales Promotion Girls sambil menyodorkan koran ke pengendara kendaraan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proses peluncuran Tribun Bali di tandai dengan  melepas balon ke udara di perempatan Patung Catur Muka Jalan Merdeka, Kota Denpasar, Bali, Kamis (3/4/2014) pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Mangku Pastika  menyebutkan, ia menyambut baik kehadiran Tribun Bali sebagai bagian grup Kompas Gramedia di Bali. Apalagi dengan tagline Spirit Baru Pulau Dewata, diharapkan Tribun Bali bisa menularkan spirit yang sama kepada masyarakat Bali.

"Ini hari bersejarah karena rohnya Kompas mengalir ke Tribun Bali yang memiliki tagline Spirit Baru Pulau Dewata. Spirit Baru itu penting karena akan memperkaya media informasi di Bali," ujar Mangku Pastika, dalam sambutannya.

Acara launching dihadiri, antara lain Ketua DPRD Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Cok Ratmadi, Kapendam IX Udayana Letkol Wing Handoko, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra, Bupati Badung Anak Agung Gde Agung, Kapolresta Denpasar AKBP Djoko Hari Utomo dan beberapa pejabat lainnya.  

Juga hadir Director of Regional News Papar Kompas Gramedia H Herman Darmo dan jajaran, Direktur Kompas TV Dewata Nyoman Artha, serta beberapa jajaran pejabat Kompas Gramedia.


11.37 | 0 komentar | Read More

Gubernur dan Kapolda Launching Koran Tribun Bali

BANGKAPOS.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika bersama Kapolda Bali Irjen Pol AJ Benny Mokalu, dan jajaran muspida Bali dan muspida Denpasar, Badung melepas balon ke udara dalam acara launching koran Tribun Bali, di perempatan Patung Catur Muka Jalan Merdeka, Kota Denpasar, Bali, Kamis (3/4/2014) pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur menyebutkan, ia menyambut baik kehadiran Tribun Bali sebagai bagian grup Kompas Gramedia di Bali. Apalagi dengan tagline Spirit Baru Pulau Dewata, diharapkan Tribun Bali bisa menularkan spirit yang sama kepada masyarakat Bali.

"Ini hari bersejarah karena rohnya Kompas mengalir ke Tribun Bali yang memiliki tagline Spirit Baru Pulau Dewata. Spirit Baru itu penting karena akan memperkaya media informasi di Bali," ujar Mangku Pastika, dalam sambutannya.

Acara launching dihadiri, antara lain Ketua DPRD Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Cok Ratmadi, Kapendam IX Udayana Letkol Wing Handoko, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra, Bupati Badung Anak Agung Gde Agung, Kapolresta Denpasar AKBP Djoko Hari Utomo dan beberapa pejabat lainnya.  

Juga hadir Director of Regional News Papar Kompas Gramedia H Herman Darmo dan jajaran, Direktur Kompas TV Dewata Nyoman Artha, serta beberapa jajaran pejabat Kompas Gramedia.

Simak berita lengkapnya di Bangka Pos/Pos Belitung/Koran BN edisi cetak.


11.37 | 0 komentar | Read More

Ayok Ikuti Bujang Miak Bangka

Citizen Reporter
Lutfi Adam, Staf Humas Kabupaten Bangka

PEMERINTAH Kabupaten Bangka melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menyelenggarakan pemilihan Bujang Miak Bangka tahun 2014. Pemilihan Bujang Miak tahun 2014 merupakan salah satu wadah mengajak generasi muda dan pemuda untuk mengembangkan bakat dan minatnya serta mempromosikan budaya dan pariwisata Kabupaten Bangka sehingga semakin dikenal dan bisa menjadi salah satu andalan wisata.
"Untuk sekarang ini tengah berlangsung pendaftarannya, dimulai dari tanggal 1 Maret sampai dengan 5 April 2014 di Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Bangka pada jam kerja, ayo daftar dan datang," jelas Kasi Kemitraan Wisata, Paulus Supriyanto di ruang kerjanya, Rabu (2/4).
Menurutnya, antusias para generasi muda yang terdiri dari pelajar SLTA, mahasiswa, masyarakat umum cukup tinggi untuk mengikuti kontes ini dikarenakan dari pihak orang tua, sekolah juga mendukung.
"Kita mencari duta wisata yang berkualitas dan mampu mempromosikan potensi-potensi wisata kita di kancah nasional dan internasional," harapnya.
Lebih lanjut Paulus juga menjelaskan pemilihan bujang miak akan segera dilakukan tes tertulis dan administrasi pada tanggal 12 April mendatang dan akan dicari 20 peserta terbaik. Selanjutnya akan dilakukan pra karantina tanggal 24-26 April 1014 dan karantina pada tanggal 30 April - 3 Mei 2014 di Hotel Tanjung Pesona dan malam puncaknya pada tanggal 4 Mei 2014 di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.
"Ayo buruan daftar karena berbagai hadiah dan bonus akan dapat dan menjadi duta wisata kabupaten Bangka. Untuk juri kita akan mendatangkan Putri Pariwisata Indonesia 2013 dan Juri Kehormatan, Ibu Bupati Bangka," katanya sambil promosi.
Dengan mengambil tema 'Bangka Punya Kite' pemilihan Bujang Miak Bangka tahun 2014 diharapkan mempunyai jiwa dan semangat memiliki Bangka untuk memajukan Bangka terutama potensi wisatanya.
"Semoga kita dapatkan Bujang Miak terbaik, smart, santun dan mempunyai attitude baik serta menjadi icon bagi pariwisata kita," tukasnya. (*)


11.37 | 0 komentar | Read More

PU Bantu Membuat Master Talud

Written By Unknown on Rabu, 02 April 2014 | 11.37

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabid Pengairan PU Bangka, Abdul Aziz mengatakan, pihak PU Pemkab Bangka telah membantu membuat talud atau saluran air yang akan dibangun oleh pemilik lahan setelah penimbunan selesai dikawasan rawa Jl Raya Sungailiat-Pangkalpinang.

Master plan pembuatan talud atau saluran air ini dibuat dengan turun langsung ke lokasi. Nantinya saluran air ini akan dibuat sepanjang lahan tempat lokasi ditimbun dengan lebar 3 meter mengelilingi lokasi.

"Jadi air yang masuk ke dalam aliran air akan ditampung dikolam yang dibuat khusus," kata Aziz, Hal ini disampaikan oleh Kabid Pengairan PU Bangka Abdul Aziz dalam pertemuan di ruang Asisten II Setda Bangka Rabu (2/4/2014).


11.37 | 0 komentar | Read More

Guru dan Pelajar di Babel Diminta Gunakan Hak Pilihnya

Laporan Wartawan Bangka Pos, Respi Leba

BANGKA POS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Babel, Rivai mengharapkan, agar para guru dan pelajar untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 April mendatang.

"Kepada para guru dan pelajar, kita memberikan himbaun secara resmi agar menggunakan hak pilihnya, tidak golput, memilih sesuai dengan hati nurani," ungkap Rivai, kepada bangkapos.com, Rabu (3/4/2014).

Rivai mengharapkan agar para pelajar peserta UN untuk meluangkan waktunya, beberapa jam pergi ke TPS.

"Kita sangat yakin tidak akan gangguan persiapan UN. Karena hanya beberapa jam. Dan rentang waktu UN dan pemilu cukup jauh," ucap Rivai.


11.37 | 0 komentar | Read More

Pemkab Bangka Pertemukan Pro dan Kontra Penimbunan Kawasan Rawa

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Asisten II Pemkab Bangka, Kamil AF, Rabu (2/4/2014), menggelar pertemuan dengan sejumlah warga yang kontra dengan kuasa dan pemborong penimbunan kawasan rawa di Jl Raya Sungailiat-Pangkalpinang, tak jauh dari RS Alma Sungailiat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Sungailiat Toni MZ, Lurah Kenanga Serly, kaling, RT, perwakilan Polsek Sungailiat dan perwakilan warga.

Adanya pertemuan tersebut, diharapkan mendapatkan jalan keluar terkait masalah di atas. Warga meminta kuasa dan pemborong penimbunan untuk membuat talud atau saluran air agar tidak terjadi banjir karena kawasan tersebut merupakan kawasan resapan air.


11.37 | 0 komentar | Read More

Warga Minta Pemilik Lahan Buat Saluran Air

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lurah Kenanga Sungailiat, Serly Noviransyah mewakili warga menyampaikan, sebelum ditimbun sejumlah warga mengaku kediamannya terendam banjir.

Kekhawatiran warga semakin menjadi karena adanya penimbunan yang dilakukan oleh pemilik lahan yang merupakan kawasan rawa-rawa. Padahal rawa tersebut merupakan tempat resapan air daerah sekitar. Maka dari itu timbullah keinginan masyarakart agar tidak terjadi dampak banjir diminta pemilik lahan untuk membuat talud atau saluran air.

"Sebenanrya hanya terjadi miss komunikasi saja dan mudah-mudahan pertemuan ini membawa hasil memuaskan semua pihak," kata Serly dalam pertemuan di ruang Asisten II Setda Rabu (2/4/2014)

Sebelumnya diberitakan, Asisten II Pemkab Bangka, Kamil AF, Rabu (2/4/2014), menggelar pertemuan dengan sejumlah warga yang kontra dengan kuasa dan pemborong penimbunan kawasan rawa di Jl Raya Sungailiat-Pangkalpinang, tak jauh dari RS Alma Sungailiat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Sungailiat Toni MZ, Lurah Kenanga Serly, kaling, RT, perwakilan Polsek Sungailiat dan perwakilan warga.

Adanya pertemuan tersebut, diharapkan mendapatkan jalan keluar terkait masalah di atas. Warga meminta kuasa dan pemborong penimbunan untuk membuat talud atau saluran air agar tidak terjadi banjir karena kawasan tersebut merupakan kawasan resapan air.


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger