Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Maling Obok-obok Toko Arif

Written By Unknown on Sabtu, 06 April 2013 | 11.37

Bangkapos.com - Sabtu, 6 April 2013 11:01 WIB

Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA -

Arif Sanjaya (35) warga Dusun Parit I Desa Keposang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan kaget  bukan kepalang melihat isi tokonya acak-acak pencuri

Sadar dirinya kemalingan, Arif segera melapor Polres Basel. Hingga saat ini pelaku pencurian belum berhasil ditangkap.

Peristiwa pencurian di warung milik Arif baru diketahui sekitar pukul 11. 00 WIB, Kamis. Saat kejadian, Arif dan anak serta istrinya sedang tidak ada di rumah. Beberapa saat kemudian anak Arif pulang dari sekolah dan dilihatnya rumah tidak terkunci sedangkan toko sudah dalam keadaan terbongkar.

Setelah dilakukan pengecekan didapati barang - barang
seperti rokok yang diletakkan di dalam almari kaca sudah hilang. Akibat kejadian tersebutt Arif diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 4.000.000.

"Kita sudah menerima laporannya dan kasus ini masih kita dalami," kata Kabag Ops Polres Basel Kompol Didit BW kepada Bangkapos.com, Jumat (5/4/2013).


11.37 | 0 komentar | Read More

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Melanda Baturusa

Bangkapos.com - Sabtu, 6 April 2013 11:05 WIB

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA

- Hujan diikuti angin kencang melanda Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Sabtu (6/4/2013) siang.

Hujan mulai turun sekitar pukul 10.20 Wib dengan intensitas tinggi. Beberapa hari ini hujan rutin mengguyur daerah Baturusa dan sekitarnya.

"Tapi tidak masalah kalau hujan saja, asal jangan angin kencang dan petir," kata Rokhi, warga Baturusa, kepada Bangkapos.com.

Sampai berita ini diturunkan, hujan masih turun lebat. Pengendara bermotor mesti berhati-hati jika melewati Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang karena kondisinya licin.


11.37 | 0 komentar | Read More

Siswa SMP Al Bina Belajar Sejarah di Muntok

Bangkapos.com - Sabtu, 6 April 2013 11:08 WIB

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -

Guru SMP Islam Terpadu Al Bina Pangkalpinang tak hanya memberikan materi pendidikan sehari-hari kepada anak didik di sekolah, tetapi juga edukasi ke lingkungan luar.

Perjalanan wisata edukasi ke Menumbing, Muntok menjadi pilihan para guru untuk mendidik kebersamaan dan emosi para siswa SMP Al Bina.
"Kegiatan ini sekaligus untuk mengenal watak dan karakter anak," ujar  Kepala SMP Islam Terpadu Al Bina Pangkalpinang Edi Jaelani kepada Bangkapos.com, Sabtu (6/4/2013).

Selain itu, siswa juga diminta mencatat sejarah Proklamator RI Ir Soekarno dalam masa pengasingan di Muntok.

"Tulisan siswa-siswi nanti akan dikumpul dan sebagai dokumentasi. Mereka juga akan menggali profil Bupati Bangka Barat Ustad Zuhri M Syazali saat pertemuan nanti," tambah Edi.


11.37 | 0 komentar | Read More

Kenalan Lewat Facebook, Gadis Diperkosa Bergilir

Bangkapos.com - Sabtu, 6 April 2013 11:15 WIB

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Seorang gadis remaja berinisial ESR (14) mengaku diperkosa secara bergilir oleh sekitar 10 teman remaja pria di sebuah kontrakan di Jakarta Timur. Salah satu pelaku tindakan bejat dikenal korban melalui situs jejaring sosial, Facebook.

Siswi kelas 2 SMP itu menuturkan, peristiwa tersebut bermula dari perkenalannya dengan seorang pria berinisial IM di pertengahan bulan Februari 2013 di situs jejaring sosial Facebook. Setelah lama berkomunikasi, mereka sepakat untuk bertemu di salah satu tempat di Jakarta Timur pada suatu siang di tanggal 1 Maret 2013.

"Di kontrakan itu, saya dipegang-pegang sama dia, dipaksa. Tapi belum sampai disetubuhi," ujar ESR kepada wartawan, Jumat (5/4/2013).

Menjelang sore, ESR mengaku dibawa oleh IM ke tempat nongkrong sehari-hari untuk bertemu dengan teman-teman yang lain. Sempat kembali ke kontrakan tersebut untuk menemani salah seorang teman IM mengaji, ESR pun dibawa lagi ke tempat nongkrong pada malam harinya. Saat itulah, ESR mulai diperlakukan tidak senonoh. ESR mengaku dicekoki minum-minuman keras serta rokok oleh sekitar 10 orang rekan IM hingga setengah sadar.

Setelah itu, ESR hanya mengaku ingat dibawa kembali ke kontrakan kembali dengan dibonceng motor oleh IM. Selain itu, ESR mengaku tidak mengingat peristiwa lain. "Pokoknya pas bangun besok paginya, kelamin saya sakit, ngilu pas mau jalan. Kata teman yang satunya lagi, saya semalam habis 'dipakai' ramai-ramai. Saya langsung nangis," ujar ESR.

Tak hanya hari itu, kata ESR, tindak perkosaan tersebut juga terjadi pada malam selanjutnya. Di mana, pelaku yang memerkosa ESR, adalah IM dan rekan-rekan IM lainnya yang ditemuinya di tempat nongkrong sebelumnya. ESR yang telah berontak mengaku sampai kehabisan tenaga hingga akhirnya dibuat tak berdaya oleh pelaku.

ESR mengaku telah memaksa untuk pulang, namun para pelaku tetap menahannya agar ia tidak pulang. Berbagai alasan, semisal tidak ada motor mengantarnya hingga waktu yang memasuki malam, menjadi alasan mereka untuk menahan ESR pulang ke rumahnya.

Hari ketiga di kontrakan tersebut, perasaan ESR semakin gelisah. Dia mengaku tak tahan lagi untuk pulang ke rumahnya, meski di sisi lain ESR juga mengaku takut untuk pulang ke rumah lantaran bingung akan menjelaskan alasan apa ke ibunya.

"Akhirnya saya ketemu sama teman saya di dekat kontrakan. Dia bilang Emak nyariin saya. Akhirnya, saya bisa pulang karena pelaku nggak enak saya dicariin sama ibu saya," ujar ERS.

Setelah sampai ke rumahnya, sambil menangis dia menceritakan peristiwa tersebut kepada sang ibu. Korban dan ibunya pun melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kantor Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur pada tanggal 6 Maret 2013. ESR berharap, pelaku segera ditangkap dan dihukum.


11.37 | 0 komentar | Read More

Motor Dirampas, Korban Ditembak

Bangkapos.com - Sabtu, 6 April 2013 11:31 WIB

BANGKAPOS.COM, TANGERANG - Perampasan sepeda motor (ranmor) terjadi di Jalan Komplek Pajak RT 07 RW 03, Cipadu, Larangan, Kota Tangerang, Sabtu (6/4/2013) dini hari.

Menggunakan senjata api (senpi), pelaku yang diduga berjumlah tiga orang melumpuhkan Jepri Jaljausak (43). Korban yang mengalami luka tembak di dada sebelah kiri harus menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati.

Berdasarkan informasi, kejadian perampokan sepeda motor itu terjadi sekitar pukul 04.30. Saat itu korban melintas dengan sepeda motor mio nomor polisi B 3943 SSI, di Jalan Komplek Pajak, perbatasan antara Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Larangan.

Secara mendadak, muncul dua sepeda motor mengikuti korban. Begitu dekat dengan korban, pelaku langsung memotong di depan korban sehingga menghalangi perjalanan.

Korban mempertahankan sepeda motor yang diminta paksa pelaku. Merasa niat merampas sepeda motor terganggu, salah seorang pelaku langsung menembak korban. Timah panas bersarang di dada sebelah kiri korban. 


11.37 | 0 komentar | Read More

Polisi Kantongi Video "Live Show" Seks Pasutri

Bangkapos.com - Sabtu, 6 April 2013 11:33 WIB

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, terus mengembangkan pemeriksaan terhadap pasangan suami istri, KV (32) dan DV (30), yang menjual adegan intimnya untuk ditonton secara ''live''. Saat ini, polisi sudah mendapatkan bukti rekaman video pertunjukan tersebut.

''Video itu akan dijadikan bukti tambahan untuk menjerat tersangka,'' kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKP Henry Umar, Sabtu (6/4/2013).

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, kedua pelaku melakukan adegan hubungan intim. Namun, gambarnya tidak terlalu jelas karena diambil secara sembunyi-sembunyi menggunakan kamera ponsel dengan resolusi sangat rendah.

''Bukti itu kami dapatkan secara undercover,'' jelasnya.

Seperti diberitakan, pasangan suami istri KV dan DV membisniskan hubungan intim keduanya dalam sebuah pertunjukan langsung di kamar hotel yang sengaja di-booking oleh penontonnya. Polisi membongkar kasus ini setelah melakukan aksi penyamaran di sebuah hotel di kawasan Jalan Tambak Bayan, Surabaya, pekan lalu.

Pelaku menawarkan tiket pertunjukan seks secara live itu melalui iklan yang dipasang di sejumlah koran harian di Surabaya. Namun, bunyi iklan itu menawarkan pijat kebugaran panggilan, dan tidak memiliki tempat praktik. Tiket untuk sekali pertunjukan sekitar 20 menit, dibanderol Rp 850 ribu untuk satu pasangan. Itu belum termasuk biaya sewa hotel yang dibebankan kepada penonton.


11.37 | 0 komentar | Read More

Dokter Tak Ada, Balita Meninggal Dunia

Written By Unknown on Sabtu, 30 Maret 2013 | 11.37

Bangkapos.com - Sabtu, 30 Maret 2013 10:15 WIB

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Khalidin

BANGKAPOS.COM, SUBULUSSALAM

- Zamra Tirta akhirnya meninggal dunia lantaran tidak ada dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam ketika sang bocah mengalami masa kritis (emergency).

Dokter jaga pada malam itu dilaporkan keluar untuk mengikuti pengajian dan baru kembali setelah bocah yang baru berusia 1,7 tahun itu nafas terakhirnya, Jumat (29/3/2013) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Supartono (35), ayah kandung pasien kepada wartawan mengaku kecewa atas penanganan terhadap anaknya. Betapa tidak, Supartono yang merupakan penduduk Desa Pegayo (Mekem) Kecamatan Simpang Kiri ini mengaku kalau sang anak mendapat penanganan yang kurang memadai dari tim medis. Bahkan Supartono menduga kalau sang anak saat itu hanya ditangani bidan dan perawat.

Ironisnya lagi, di tangan sang anak, terdapat enam lubang jarum infus, yang selalu dipaksa perawat karena tidak bisa masuk.

Menurut Supartono, anaknya yang mengalami sakit tersebut dibawa ke RSUD Subulussalam yang semula bernama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) pada Jumat siang sekitar pukul 01.30 WIB, dan sampai anaknya meninggal sekitar pukul 22.00 WIB lebih. Dokter piket rumah sakit tersebut dilaporkan baru tiba dari sebuah pengajian setelah pasien meninggal dunia.

"Sekitar jam sembilan tadi, saya keluar sebentar dan waktu tiba di rumah sakit saya lihat perut anak saya membesar, keras, wajah pun pucat dengan nafas hanya sekali-sekali. Melihat kondisi itu, saya meminta kepada perawat agar Dokter dihadirkan, tapi mereka jawab, belum datang pak, kami tidak berani, mungkin dia ada pasien di rumah," ujar Supartono dengan tangisnya menirukan jawaban para perawat.

Supartono pun mengaku dirinya terus meminta perawat untuk memanggil sang Dokter namun para perawat meminta agar bersabar hingga akhirnya sang anak menghembuskan nafas terakhir dan Dokter tidak kunjung tiba. Supartono mengaku sangat kecewa dan marah atas lemahnya pelayanan di rumah sakit yang diresmikan Menko Kesra RI Agung Laksono 7 Juli tahun 2011 lalu itu.

Mendengar kejadian ini, puluhan warga Desa Pegayo malam itu juga mendatangi RSUD Kota Subulussalam untuk meminta pertanggungjawaban. Massa menemuai Dokter Evi di ruangannya untuk meminta pertanggungjawabannya atas meninggalnya bayi berusia 1,7 tahun itu.

Warga menilai sang Dokter telah melanggar kode etik lantaran dia yang seharusnya bertugas memberikan pelayanan kesehatan justru bolos untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Selain warga, turut datang ke RSUD anggota DPRK Subulussalam H Mukmin Pardosi bersama Kepala Desa Pegayo. Sang wakil rakyat itu juga menelpon direktur RSIA dr Azman agar datang menemui warga. Sayangnya, sang direktur RSUD tersebut tidak mengangkat telepon dari anggota komisi A itu.


11.37 | 0 komentar | Read More

SBY Bersedia Jadi Ketua Umum Demokrat

Bangkapos.com - Sabtu, 30 Maret 2013 10:21 WIB

BANGKAPOS.COM, DENPASAR - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan 33 Ketua Dewan Pimpinan Daerah partai itu di Nusa Dua, Bali pada Sabtu (30/3/2013), beberapa jam saja sebelum perhelatan Kongres Luar Biasa (KLB) dimulai. SBY menyatakan bersedia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

"Dalam pertemuan tadi disampaikan kesiapan beliau sebagai ketua umum. Pada prinsipnya beliau menyatakan bersedia tetapi nanti akan diserahkan di forum kongres," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara, M Endang, saat dihubungi pagi ini. Dengan kesediaan tersebut, kata dia, Partai Demokrat nanti akan menunjuk Ketua Harian.

Menurut Endang, para pengurus daerah dalam pertemuan itu mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi jabatan Ketua Harian. "Seperti Pak Syarief, Pak Lukas Enembe dan Soekarwo. Ada juga penambahan posisi Wakil Ketua Umum," sebut dia. Pengisian formasi tersebut, akan diserahkan pada sebuah tim.

Sebelumnya, Marzuki Alie yang menjadi kandidat kuat Ketua Umum Partai Demokrat menyatakan akan mendukung SBY. Pernyataan Marzuki ini disampaikan di hadapan 300 pengurus DPC yang menjadi pendukungnya, dalam sebuah pertemuan di Hotel Aston Denpasar pada Jumat (29/3/2013) malam.

Ketua DPC Demokrat Bukittinggi Ismet Amzis dan Ketua DPC Demokrat Tanjungjabung Barat, Jambi M. A. Syahrudin Zein menuturkan di dalam pertemuan itu, Marzuki juga menjelaskan kesepakatannya dengan SBY. Jika SBY Ketua umum, maka Marzuki akan menjadi Ketua Harian.

Pembukaan KLB Partai Demokrat rencananya akan dilakukan pada pukul 13.00 WITA. SBY akan menyampaikan sikapnya dalam forum ini, apakah maju menjadi calon Ketua Umum atau tidak.

Jika SBY mencalonkan diri, forum KLB dipastikan akan berlangsung singkat lantaran seluruh pengurus daerah kemungkinan besar sepakat memilih SBY secara aklamasi. Ada 502 pemegang hak suara dalam kongres kali ini. Rinciannya, lima orang Dewan Pembina, tiga orang Dewan Pimpinan Pusat, dua orang dari tiap-tiap Dewan Pimpinan Daerah, satu orang dari tiap-tiap Dewan Pimpinan Cabang, dan satu orang dari Dewan Perwakilan Luar Negeri.


11.37 | 0 komentar | Read More

Biaya Penyakit Gaya Hidup Bakal Melonjak

Bangkapos.com - Sabtu, 30 Maret 2013 10:36 WIB

 BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Alokasi biaya kesehatan untuk penyakit degeneratif akibat gaya hidup tidak sehat diperkirakan akan membebani negara melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang akan digulirkan di tahun 2014 mendatang. Dibandingkan dengan penyakit infeksi, penyakit tidak menular akibat gaya hidup membutuhkan perawatan seumur hidup.

Menurut Hannah Nawi, Associate Director, Healthcare Practice, Asia Pasific, Frost & Sullivan, penyakit "lifestyle" seperti kanker atau stroke membutuhkan perawatan seumur hidup. "Pengobatan penyakit lifestyle tidak dapat sekali berobat langsung sembuh, tetapi bertahap seumur hidup," tuturnya dalam acara Media Briefing yang bertajuk "Prediksi Industri Kesehatan Indonesia 2013" beberapa waktu lalu di Jakarta.

Melalui SJSN, biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah, khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu membayar premi. "Maka tentu saja penambahan penderita penyakit lifestyle akan membebani biaya kesehatan yang ditanggung pemerintah," ujarnya.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia Sutoto mengatakan, rumah sakit seharusnya tidak melihat SJSN sebagai ancaman, melainkan peluang. "Dengan adanya SJSN, 8,5 juta masyarakat miskin yang tadinya tidak punya akses jadi terfasilitasi dan dibayar preminya oleh pemerintah," ujarnya.

Selain memfokuskan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk mengurangi beban biaya pemerintah, Sutoto mengatakan, perbaikan tenaga kesehatan juga perlu dilakukan. Indonesia memiliki rasio 3 dokter berbanding 10.000 pasien. Sedangkan, Malaysia 9 dokter berbanding 10.000 pasien.

"Dengan menambah jumlah dokter serta rumah sakit yang dapat memberikan biaya pengobatan yang lebih efektif dan efisien, SJSN akan berjalan dengan baik," katanya.


11.37 | 0 komentar | Read More

Harga Tiket Ke Belitung Mahal, Warga Tionghoa Tak Dapat Ziarah

Bangkapos.com - Sabtu, 30 Maret 2013 10:44 WIB

Laporan Wartawan Bangka Pos, Rusmiadi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG

- Warga Tionghoa kembali ke kampung halamannya untuk ziarah ke makam orangtua maupun leluhur sambil memanjatkan doa.

Tradisi tahunan dikenal dengan sebutan Ceng Beng ini, berlangsung selama sebulan, pada awal bulan tiga hingga awal bulan empat, dalam penanggalan kalender Imlek.

Namun momen Ceng Beng tahun ini, tak sedikit warga Tionghoa yang tinggal di perantauan, tak dapat pulang ke Belitung untuk ziarah ke makam orangtua dan lelulur mereka, disebabkan mahalnya harga tiket pesawat ke Belitung.

"Banyak keluarga kita, orang Belitung di Batam, tak dapat pulang ke Belitung untuk sembahyang kubur (Ceng Beng) tahun ini, karena mahalnya harga tiket pesawat dari Jakarta ke Belitung, maupun dari Belitung ke Jakarta," ungkap Akim, saat ziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga Tionghoa di Kecamatan Damar, Belitung Timur, kepada Bangkapos.com, Sabtu (30/3/2013).

Perantau yang sudah 33 tahun tinggal di Batam ini, mengaku ia dan beberapa rekannya harus keluar uang beli tiket pesawat, dari Jakarta ke Belitung mencapai Rp 600.000 - hingga Rp 800.000. Sementara harga tiket pesawat dari Batam ke Jakarta cuma Rp 400.000. Padahal jarak Belitung lebih dekat ke Jakarta, dibandingkan ke Batam.


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger